Berita Pangkalpinang

Belum Ada Pembahasan Pembiayaan Jembatan Penghubung Bangka- Sumatera

Pemprov Babel dan Sumsel diminta untuk mengusulkan pembangunannya masuk dalam RPJMN.

Belum Ada Pembahasan Pembiayaan Jembatan Penghubung Bangka- Sumatera
Dokumen Bangka Pos
Ilustrasi - Rapat pembahasan wacana Jembatan Bangka-Sumatera di ruang Tanjungpendam, Kantor Gubernur Babel, Jumat (12/7/2019) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kepulauan Bangka Belitung Yulizar menyatakan, hingga saat ini belum ada pembahasan bersama DPRD Babel mengenai mekanisme penganggaran jika Jembatan Penghubung Bangka Sumatera jadi dibangun.

Yulizar mengatakan, saat ini Pemprov Babel tengah menyiapkan pra studi kelayakan wacana jembatan ini dan mendorong wacana ini masuk ke Proyek Strategis Nasional (PSN) dan Rencana Jangka Panjang Menengah Nasional (RPJMN) 2019-2024.

Dia menyangkal rumor pembiayaan ini sudah pernah dibahas bersama DPRD Babel yang satu di antara skemanya adalah sharing APBD hingga pemotongan TPP.

"Oh enggak. Belum sampai ke sana sama sekali," ucap Yulizar, Senin (22/7/2019).

Jika direstui pusat, Yulizar mengatakan pembangunan jembatan akan mengandalkan dana dari APBN.

"Saat kami bahas (bersama Pemprov Sumsel ) waktu itu, ini diharapkan dari pusat. Karena cukup besar anggarannya bisa mencapai Rp 15 triliun," kata Yulizar.

Terpisah, Kepala Bappeda Babel Ferry Insani mengatakan, wacana jembatan penghubung Bangka-Sumatera masih pada tahapan Pra Feasibility Study (Pra FS). Tahapan ini untuk menguji apakah wacana ini layak masuk ke tahapan studi kelayakan.

"Apakah ini layak di-FS-kan menurut pendapat masyarakat, kemudian baru bikin FS. Di FS itu Baru bicara secara teknis, ekonomis, sosial. Setelah itu baru di -DED- kan," kata Ferry, Senin (22/7/2019)

Pada pertemuan dengan Menteri PUPR beberapa waktu lalu, Ferry menyebut wacana ini disambut baik oleh menteri. Pemprov Babel dan Sumsel diminta untuk mengusulkan pembangunannya masuk dalam RPJMN.

"FS dan DED, nanti akan kami minta pusat melakukannya," katanya.

Senada dengan Yulizar, Ferry juga membantah rumor ihwal pembiayaan ini sudah dibahas Pemerintah Provinsi bersama DPRD Babel.

"Enggak. Kami minta pusat, tidak sanggup kalau APBD. Ini (kurang lebih anggarannya) Rp 15 triliun," ujar Ferry.

Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Abdul Fatah mengatakan, Pemprov Babel perlu bergerak cepat mengusulkan wacana ini ke kementerian terkait. Pasalnya, setiap daerah di Indonesia juga pasti akan mengusulkan kepentingan pembangunanan di daerahnya masing-masing.

"Di kementerian ada kue, kue ini banyak yang mau. Coba bayangkan ada berapa provinsi, kabupaten dan kota di Indonesia, larinya ke pusat untuk mendapatkan itu (anggaran). Kalau Babel tidak bergerak cepat, kita akan tertinggal dan tidak akan mendapatkan apa-apa. Kami mengharapkan jembatan itu masuk ke PSN," ucap Fatah.

(Bangka Pos/ Dedy Qurniawan)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved