Berita Pangkalpinang

DPW LDII Babel Gelar Training Master of Ceremony, Cetak Profesi MC Profesional

Pembawa acara memang bukan sekadar membacakan urutan rangkaian acara yang telah disusun oleh pihak panitia atau penyelenggara kegiatan.

DPW LDII Babel Gelar Training Master of Ceremony, Cetak Profesi MC Profesional
IST/DOK. DPW LDII Babel
DPW LDII Babel Gelar Training Master of Ceremony, Cetak Profesi MC Profesional 

Ditegaskan Nardi, menjadi seorang MC harus dapat menempatkan diri sesuai dengan agenda acara yang sedang dipandunya.

Seperti acara formal, semi formal, dan pernikahan. Ketiga hal ini lah yang dibimbing di pelatihan ini.

"Mempunyai kemampuan beradaptasi dengan situasi harus benar-benar dimiliki seorang MC serta cerdas dalam menyikapi situasi yang darurat," sebut Nardi.

Terlebih dalam acara non-formal tambahnya, terkait dengan tradisi tertentu seperti pernikahan misalnya, akan menguras kemampuan seorang MC untuk jeli membangun suasana agar tetap terjaga suasana yang menggembirakan.

Akan berbeda halnya dengan kegiatan hiburan, misalnya pentas dan berbagai atraksi budaya, seorang MC bisa mengikuti alur sesuai dengan mood suasananya.

“Akan beda lagi ketika menjadi MC pada kegiatan resmi seperti acara formal dalam sebuah instansi baik dari pemerintah maupun swasta, norma yang berlaku dalam instansi itu harus benar-benar dipegang dulu agar dalam melaksanakan tugas tidak berbenturan,” jelas Nardi.

Dewan Penasehat (Wanhat) DPW LDII Babel, Alwi berharap pelatihan ini bisa berkesinambungan, dan juga yang telah mengikuti pelatihan ini dapat mengikuti pelatihan pada tahap selanjutnya.

''Sehingga kemampuan yang didapat benar-benar maksimal sehingga akan menjadi MC yang profesional," imbuhnya.

Peserta pelatihan master of ceremony yang digelar DPW LDII Babel foto bersama, Sabtu (20/7/2019).

Penulis: Herru W
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved