Berita Sungailiat

Penyelesaian Tower Timpa Rumah Warga Dilakukan dengan Musyawarah Mufakat Kedua Pihak di Kepolisian

Terkait persoalan tower yang menimpa rumah warga telah diselesaikan dengan kesepakatan musyawarah masing-masing pihak

Penyelesaian Tower Timpa Rumah Warga Dilakukan dengan Musyawarah Mufakat Kedua Pihak di Kepolisian
Bangkapos.com/Riki Pratama
Proses evakuasi tiang tower yang roboh menimpa rumah warga beberapa waktu lalu, di jalan Nangnung, Kecamatan Sungailiat. 

BANGKAPOS.COM-- Kabid Perundang-Undangan Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Pemkab Bangka, Achmad Suherman, menjelaskan, terkait persoalan tower yang menimpa rumah warga telah diselesaikan dengan kesepakatan musyawarah masing-masing pihak.

Kesepakatan antara pemilik tower BTS dengan pemilik rumah yang tertimpa tower dilaksanakan pada Kamis (18/7/2019) kemarin, di Polsek Sungailiat.

"Sudah kesepakatan, kemarin di Polsek Sungailiat,  pemilik BTS, karena mereka sudah membuat perjanjian pertama kepada penduduk daerah yang terdampak," jelas Suherman kepada Bangkapos.com, Senin (22/7/2019).

Ia menambahkan dalam berita acara musyawarah, terdapat pada butir kedua, pihak pertama akan membuat surat pernyataan tidak akan membangun ulang tower yang roboh.

"Termasuk ganti rugi dan tidak akan membangun tower di situ lagi, itu perjanjiannya. Imbauan kami kepada pemilik  tower tower BTS ini agar melakukan perawatan berkala," tegasnya.

Suherman mengatakan,  pihak Pemkab Bangka tidak mau lagi  terulang kejadian serupa, sehingga izin pembangunan tower harus benar-benar diperhatikan oleh pihak perusahaan pemilik tower nantinya.

"Kita tidak mau lagi terjadi terulang kembali dan bagi yang mau urus izin baru harus benar benar perhatikan kelayakan teknis dengan dinas teknis serta persetujuaan untuk masyarakat terdampak radius tower itu, itu harus benar-benar dilaksanakan," tegas Suherman.

Kesepakan tersebut dituangkan dalam berita acara musyawarah, antara Sambudi selaku perwakilan PT Daya Mitra Telekomunikasi (DMT) dan pemilik rumah M Mirza, hasil dari musyawarah mufaakat tersebut menghasilkan tujuh poin.

Tujuh Poin Kesepakatan:
1. Kontrakan rumah dibayar langsung pihak kedua selama lima tahun.
2. Pihak pertama akan membuat surat pernyataan tidak akan membangun ulang tower yang roboh.
3. Pihak pertama akan merenovasi rumah pihak kedua yang tertimpa tower yang roboh.
4. Pihak pertama akan melakukan penggantian terhadap peralatan (terlampir) dari pihak kedua yang rusak sebagai dampak dari robohnya tower tersebut.
5. Pihak Pertama akan menanggung biaya psikiater sampai pulih bahi pihak kedua dan keluarga yang terdampak akibat robohnya tower terkait.                                                                              6.Pihak pertama akan mengakomodasi pemindahan aset pihak kedua yang masih dapat dipakai sehubungan dengan peristiwa dan dampak dari robohnya tower tersebut.                                       7. Apabila pihak pertama mengingkari salah satu isi dari berita acara musyawarah ini, maka pihak kedua dapat melaporkan ke Polres Sungailiat untuk penyidikan lebih lanjut.

Sumber: Satpol PP Kabupaten Bangka.

Caption.Bangkapos/Riki Pratama
Proses evakuasi tiang tower yang roboh menimpa rumah warga beberapa waktu lalu, di jalan Nangnung, Kecamatan Sungailiat.

Penulis: Riki Pratama
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved