Polres Bangka Tengah Bantu Evakuasi Awak Kapal Motor Yang Terombang Ambing di Lautan

Polres Bangka Tengah (Bateng) melalui Polair bantu evakuasi awak Kapal Motor (KM) Bunga Pantai di Kawasan Pantai Dermaga Pasir

Polres Bangka Tengah Bantu Evakuasi Awak Kapal Motor Yang Terombang Ambing di Lautan
IST/POLRES BATENG
Pengumpulan Data sekaligus Pemeriksaan Kesehatan Awak Kapal Yang Terombang Ambing di Lautan 

Polres Bangka Tengah Bantu Evakuasi Awak Kapal Motor Yang Terombang Ambing di Lautan

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Polres Bangka Tengah (Bateng) melalui Polair bantu evakuasi awak Kapal Motor (KM) Bunga Pantai di Kawasan Pantai Dermaga Pasir Walitampas, Desa Perlang, Lubuk Besar pada Senin, (22/7/2019).

Kapolres Bangka Tengah, AKBP Edison Ludy Bard Sitanggang menyampaikan pihaknya bersama Basarnas dan Syahbandar Toboali, Bangka Selatan melakukan evakuasi terhadap kapal yang rusak akibat dihantam gelombang dan mengakibatkan kapal tenggelam.

KM Bunga Pantai lanjut AKBP Sitanggang merupakan kapal yang berlayar dari Sunda Kelapa, Jakarta menuju Pontianak, Kalimantan Barat namun mengalami kerusakan mesin sehingga menyebabkan kapal terombang ambing di Laut Sumedang, Kabupaten Belitung. Dan pada akhirnya terseret hingga menuju perbatasan Laut Bangka Selatan dan Bangka Tengah.

"Kapal itu dinahkodai oleh Pirman bersama enam awak kapal lainnya dari Sunda Kelapa pada Jumat, (19/7/2019) lalu pada Pukul 02.00 WIB, namun nahasny kapal mengalami masalah mesin lada Sabtu, (20/7/2019) sekitar Pukul 09.00 WIB", ujar AKBP Sitanggang.

Untuk menyelamatkan diri, awak kapal yang pada akhirnya bertahan hidup dengan menggunakan rakit yang terbuat dari drum dan derigen.

"Kami sifatnya hanya membantu dan menolong ABK bersama nakhoda. Kami juga nelakukan pemeriksaan kesehatan sembari menunggu pengurusan administrasi untuk pemulangan ke daerah asal," ucap AKBP Sitanggang.

Sementara itu Firman lanjut AKBP Sitanggang sempat melakukan lego jangkar namun tidak berhasil sehingga dirinya bersama enam ABK harus terombang-ambing.

"Saat kapal tenggelam mereka mengaku tetap terus berkomunikasi dengan pihak Basarnas dan Syahbandar terdekat yaitu di Toboali hingga pada akhirnya diselamatkan", pungkas AKBP Sitanggang.

(Bangkapos.com/Jhoni Kurniawan)

Penulis: Jhoni Kurniawan
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved