Berita Sungailiat

Terkait Pemecatan Kadus, Kades Rebo Buat Surat Peringatan dan Serahkan Bukti Tertulis kepada Camat

Aksi demo warga Desa Rebo Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka yang menuntut Kades Rebo Fendy memecat Kadus Rebo, Nuryani

Terkait Pemecatan Kadus, Kades Rebo Buat Surat Peringatan dan Serahkan Bukti Tertulis kepada Camat
Bangka Pos/Fery Laskari
Sejumlah warga memadati Kantor Kades Rebo Sungailiat Bangka, seraya menuntut Kades memecat Kadus, Selasa (16/7/2019) 

BANGKAPOS.COM-- Aksi demo warga Desa Rebo Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka yang menuntut Kades Rebo Fendy memecat Kadus Rebo, Nuryani mulai ditindaklanjuti secara formil. Fendy telah mengirimman surat tertulis berisi panggilan sekaligus peringatan pada Kadus Rebo, Nuryani alias Ai-Ai. Bukti tertulis itu kemudian diserahkan ke Camat Sungailiat Suhardi, Senin (22/7/2019).

"Ini saya lakukan untuk menindak lanjuti tuntutan warga beberapa waktu lalu yang meminta saya selaku Kades Rebo memecat Kadus Dusun Rebo, Nuryani alias Ai-Ai," jelas, Fendy ketika dikonfirmasi Bangka Pos, Senin (22/7/2019) sekitar Pukul 14.00 WIB.

Sebenarnya kata Fendy, setelah adanya gejolak warga, ia selaku kades sudah memanggil Nuryani. Tak hanya memanggil secara lisan, kadus yang diduga melakukan pelanggaran itu juga diberikan teguran secara lisan. "Makanya saat warga demo di kantor saya minta saya pecat kadus, saya terpaksa memenuhi permintaan mereka (warga--red)," kata Fendy.

Namun ternyata pemecatan kadus tak semudah itu dilakukan. Kades harus melakukan beberapa tahapan atau mekanisme sesuai aturan yang berlaku. "Karena menurut pak camat harus ada prosedur yang dilalui. Harus juga dipanggil atau diberikan surat teguran tertulis oleh saya selaku kades kepada kadus yang dimaksud," jelasnya.

Karena itu pula lanjut Fendy, ia kemudian membuat surat teguran tertulis pada  Nuryani, agar proses pemecatan kadus tersebut sesuai aturan. "Hari ini bukti surat itu diantar ke kecamatan. Bukti surat panggilan dan surat teguran tertulis itu diminta oleh pihak kecamatan sesuai Pasal 18 Ayat 1 Perda Nomor 12 Tahun 2015 tentang susunan organisasi dan tata kerja pemerintahan desa," terangnya.

Fendy  menyatakan, selanjutnya ia menunggu petunjuk lanjutan dari pihak kecamatan. Sementara tuntutan warga masih tetap menginginkan, Nuryani, segera dipecat. "Kita tunggu saja petunjuk camat selanjutnya," tegas Fendy memastikan, kantornya tak lagi disegel warga dan aktivitas pemerintahan telah berjalan lancar.

Pada edisi sebelumnya disebutkan ratusan orang Warga Dusun Rebo, Desa Rebo Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka, Selasa (16/7/2019) menggelar aksi demo. Mereka datang ke Kantor Kades Rebo, seraya meminta Kades Fendy segera memecat Kadus Nuayani.

Aksi demo itu dilakukan warga karena diduga  Nuryani  mendukung aktivitas penambangan timah oleh perusahaan tambang menggunakan Kapal Isap (KIP) di Perairan Pantai Rebo. Warga bahkan menyebut sang kadus telah menandatangani kesepakatan sebagai bukti dukungan KIP, mengatas-namakan warga.

Sementara itu sebelumnya, Camat Sungailiat, Suhardi ketika dikonfirmasi Bangkapos, Rabu (17/7/3019),  terkait demo warga, Selasa (16/7/2019) mengingatkan Kades Rebo dan BPD tak semena-mena memecat Kadus. "Ikuti saja tahap atau tata caranya, jangan semena-mena pecat atau memberhentikan Kadus, apalagi jika tidak punya landasan," kata Suhardi.

Diakui Camat, Warga Dusun Rebo Desa Rebo maunya, pemecatan Kadus Nuryani dilakukan oleh Kades Rebo Fendy secara spontan, pada saat itu juga, ketika demo berlangsung di Kantor Desa Rebo, Selasa (16/7/2019).

Padahal keinginan ini tidak bisa dilakukan jika prosedur yang dimaksud tidak dilalui. "Warga Rebo maunya pak kades langsung pecat kadus pada hari itu juga, itu tidak bisa, karena ini negara hukum, ada tata caranya,"ungkap Suhardi.

Tata cara pemecatan kadus antara lain, pertama kades lebih dulu memanggil kadus secara lisan. Kemudian jika tidak digubris kadus, maka kades melayangkan panggilan secara tertulis. "Jika ternyata terbukti bersalah, maka diberikan sanksi (oleh kades)) secara administratif atau diberhentikan sementara Kadusnya oleh kades," jelas Suhardi.

Setelah itu, jika memang kades merasa yakin tidak lagi membutuhkan kadus, ia mengirimkan surat resmi ke camat, terkait usulan pemecatan kadus atau pergantian kadus.

"Jadi tidak bisa main pecat begitu saja. Kadus itu dibayar oleh negara. Kalau diberhentikan, maka harus cabut dulu SK-nya, dan itu butuh proses," tegas Suhardi seraya menyebutkan, pengangkatan atau pemberhentian Kadus diatur oleh Perda dan Pemendagri.

Sementara itu mengenai proses penyegelan Kantor Kades Rebo oleh warga setempat sebagai desakaan agar kades segera pecat kadus, menurut Suhardi itu merupakan sebuah pelanggaran. "Makanya seharusnya pak kadesnya bisa lapor polisi terkait penyegelan ini," saran Suhardi. (Bangkapos.com/Fery Laskari)

Penulis: ferylaskari
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved