Berita Pangkalpinang

Wagub Babel Masih Ragukan Info Patahan 3,3 Kilometer di Selat Nasik, BPBD Jelaskan Faktanya

Wakil gubernur Babel: Saya masih ragu melihat itu. Saya mau dalami benar, apa iya?

Wagub Babel Masih Ragukan Info Patahan 3,3 Kilometer di Selat Nasik, BPBD Jelaskan Faktanya
BANGKA POS / DEDY Q
Kalakhar BPBD Babel Mikron Antariksa 

BANGKAPOS.COM-- Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Abdul Fatah mengatakan, ia masih ragu mengenai informasi adanya patahan sepanjang 3,3 kilometer di perairan Selatnasik, Kabupaten Belitung, seperti disampaikan oleh BPBD Babel baru-baru ini. Fatah mengatakan, ia akan mengkaji informasi tersebut lebih dalam lagi.

"Saya masih ragu melihat itu. Saya mau dalami benar, apa iya?," kata Abdul Fatah, Senin (22/7/2019).

Menurut Fatah, informasi tersebut perlu disikapi secara terintgerasi melalui instansi yang memiliki kewenangan terkait informasi tersebut. Ini ia sampaikan saat ditanyai adanya kekhwatiran Belitung terkait iklim pariwisata di sana.

"Memang di mana-mana ini akan mempengaruhi, dampak terkait ini. Karena dulu tidak pernah dikatakan bahwa Belitung dan Bangka ini masuk dalam (jalur) lingkaran (gunung) api," katanya

"Dinyatakan seperti itu kemarin, saya juga masih ragu, apa iya, maka saya mau tahu lebih jauh dan lebih dalam ke tataran institusi yang memilki kewenangan melihat itu. Saya juga ingin tahu lebih dalam lagi sejauh mana parahnya misalnya ini terjadi," beber Fatah.

Sebelumnya, Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Bangka Belitung, Mikron Antariksa membenarkan kabar adanya patahan di perairan Selatnasik, Kabupaten Belitung. Panjangnya adalah sekitar 3,3 kilometer.

Disebutkan, patahan itu diketahui pertama kali berdasarkan citra satelit pada 2010 pasca terjadi gempa di Padang.

"Itu foto satelit sewaktu gempa dan ada pihak BNPB yang mengeluarkan statemen tersebut bahwa ada patahan di situ," kata Mikron, Minggu (21/7).

Meski demikian, Mikron menyatakan, Babel saat ini aman dari bahaya gempa. Risiko terjadi gempa di Babel tergolong kecil karena tidak termasuk jalur wilayah ring of fire (cincin gunung api) dan bukan wilayah yang ada pergeseran lempeng. Kekuatannya pun di bawah kekuatan gempa membahayakan.

"Masyarakat tenang-tenang saja sebenarnya. Seperti di Jebus kemarin, itu tidak merusak, Babel ini sangat aman," katanya.

Terkait patahan di selat nasik, pihaknya memastikan bahwa hal tersebut skala aman. Masyarakat tak perlu cemas. BPBD Babel akan kembali bersurat ke Badan Geologi agar patahan tersebut diteliti.

"Kami akan bersurat ke (Badan Geologi). Masyarakat tak perlu cemas. Di Jebus kemarin kan sudah ada juga penelitian, bahwa indeks risiko bencana kita itu kecil, jadi jangan takut," katanya.

(bangkapos.com / Dedy Qurniawan)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved