Dikenal Negara Berbudaya dan Berideologi Pancasila Segini Indek Kesalehan Nasional Indonesia di 2018

Dikenal Negara Berbudaya dan Berideologi Pancasila Segini Indek Kesalehan Nasional Indonesia di 2018

Dikenal Negara Berbudaya dan Berideologi Pancasila Segini Indek Kesalehan Nasional Indonesia di 2018
Tribunnews.com/Valdy Arief
Suasana ibadah Salat Jumat di Masjid Istiqlal Jakarta, Jumat (25/3/2016). 

BANGKAPOS.COM--Indonesia memang unik. Walaupun bukan negara yang menerapkan hukum agama dalam pemerintahannya, pada kenyataan agama di dalam pemerintahan dan masyarakat Indonesia memiliki pengaruh yang kuat.

Dalam hukum misalnya. Ideologi negara, yakni Pancasila menjunjung asas Ketuhanan lewat sila pertama yakni Tuhan yang Maha Esa.

Begitu pula dalam kehidupan masyarakatnya, kehidupan sosial masyarakat Indonesia sangat erat dengan agama sehingga sering disebut masyarakat beragama.

Hal ini semakin diperkuat lewat hasil survei Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Tahun 2007 pada ranah kesalehan individual, yang mengungkapkan jika intensitas pelaksanaan salat lima waktu masyarakat misalnya, berada pada angka 92 persen.

Namun sayangnya, ketaatan beragama secara individual tersebut belum berbanding lurus dengan kesalehan sosialnya.

Menurut data Political Economic and Risk Consultancy (PERC) pada tahun 2005, Indonesia menempati urutan pertama sebagai negara terkorup di Asia.

Oleh sebab itulah, Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat kembali melaksanakan Survei Indeks Kesalehan Sosial (IKS) pada tahun 2018, yang telah dilakukan pertama kalinya pada tahun 2014.

Menggunakan kuesioner, survei ini ingin mengetahui sejauh mana relevansi antara pemahaman keagamaan masyarakat Indonesia dengan pengalamannya pada tingkat sosial.

Survei ini sendiri difokuskan pada 10 dimensi kesalehan sosial, seperti sikap memberi; sikap peduli; sikap menghargai perbedaan nilai-nilai kehidupan; sikap tidak memaksakan nilai; sikap tidak menghina atau merusak nilai yang berbeda; keterlibatan dalam demokrasi; keterlibatan dalam perbaikan kinerja pemerintahan; pencegahan kekerasan fisik budaya, dan struktur; konservasi lingkungan; dan restorasi lingkungan.

Dalam pengerjaannya, Survei IKS 2018 melibatkan 30 responden pada setiap Kabupaten/Kota, yang berasal dari unsur rohaniwan, pengurus rumah ibadah, dan umat.

Halaman
123
Editor: zulkodri
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved