Berita Pangkalpinang

Kemenag Babel Kecam Kasus Kekerasan Terhadap Santri TPA di Kabupaten Bangka Selatan

Pihak Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengecam kasus kekerasan yang dilakukan oleh oknum aparat kepolisian terhadap santri TPA

Kemenag Babel Kecam Kasus Kekerasan Terhadap Santri TPA di Kabupaten Bangka Selatan
Bangkapos.com/Dedy Qurniawan
Kepala Bidang Pakis Kemenag Babel Armi Rosdah 

BANGKAPOS.COM-- Pihak Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengecam kasus kekerasan yang dilakukan oleh oknum aparat kepolisian terhadap santri Taman Pendidikan Al Qur'an/ (TPA) di Kabupaten Bangka Selatan. Saat kejadian santri tersebut sedang belajar di TPA sehingga menimbulkan trauma psikis bagi sang anak.

Oleh karena itu pihak kemenang menurut Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (Pakis) Kemenag Babel Armi Rosdah meminta agar kasus ini diproses sesuai ketentuan.

"Ini yang kami khawatirkan. Kami menyayangkan adanya kasus itu. Oknum aparatnya tolong dibina, karena kita harus bersyukur anak-anak kita ini masih mau belajar agama,"ungkap Armi saat dikonfirmasi Bangkapos.com, Selasa (23/7/2019).

Dia berharap kasus kekerasan tersebut  menjadi perhatian pengelola lembaga TPQ/TKQ/TPA di Babel ke depan. Para ustaz-ustazah diharapkan harus mengenal dan mengawasi para santri/wati mereka. Bahkan hingga mengenal para orangtuanya.

"Selain kekerasan, yang dikhawatirkan itu termasuk isu penculikan dan sebagainya. Para ustaz ustazah kami harapkan mengenal hingga ke orangtua anak-anak. Tolong pengelolanya agar lingkungannya dijaga, kalau diperlukan, adakan satpam, jangan lingah karena dianggap sebatas sekolah sore," Imbau Armi.

Data Santri/Santriawati di Babel

Menurutnya, berdasarkan data Kanwil Kemenag Babel pada 2019 ini ada 35.638 anak di Babel yang mengenyam pendidikan di 562 TPQ/TKQ/TPA di Babel. Santri/wati terbanyak berada di Kabupaten Bangka Selatan yakni 10.654 anak.

Secara kesuluruhan, ada sekitar 2.687 ustaz-ustazah di Babel dan Kabupaten Bangka Selatan adalah paling banyak memiliki ustaz/ustazah, yakni 688 orang di 98 lembaga TPQ/TKQ/TPA.

Armi  mengklaim, pendidikan dasar keagamaan Islam saat ini tengah diminati masyarakat. "Alhamdulillah. Bahkan ngetop, diminati masyarakat. Animonya bagus," kata Armi, Selasa (23/7/2019).

Secara struktur, TPQ/TPQ/TPA membawahi BKPRMI dan kemenag. Pihak kemenag juga menganggarkan insentif untuk para ustza/ustzah sebesar Rp 3 juta per orang per tahun.

Selain insentif dari kemenag, juga memberikan insentif kepada ustad/ustazah di kabupaten/kota. "Ini juga dibantu insentif dari kabupaten/kota. Kami juga ajukan ke Baznas, dan mereka welcome ini kami perhatikan," ujar Armi.

Armi mengatakan, Kemenag Babel terbuka dan menyambut baik keberadaan lembaga pendidikan Quran yang ada saat ini. Tahun ini misalnya, Babel akan menjadi tuan rumah Porsadin nasional.
"Kami welcome terhadap TPQ/TKQ/TPA," kata Armi. (Bangkapos.com/Dedy Qurniawan)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved