Musim Kemarau, Babel 6 Kali Diguyur Hujan, Ternyata Ini Satu di Antara Penyebabnya

Walau belum memasuki musim penghujan, di Provinsi Bangka Belitung (Babel) hujan masih turun. Berdasarkan catatan Stasiun Meteorologi kelas 1

Musim Kemarau, Babel 6 Kali Diguyur Hujan, Ternyata Ini Satu di Antara Penyebabnya
Bangka Pos/Agus Nuryadhin
Slamet Supriyadi Staf Datin Stasiun Networologi kelas 1 Pangkalpinang 

Musim Kemarau, Babel 6 Kali Diguyur Hujan, Ternyata Ini Satu di Antara Penyebabnya

BANGKALPOS.COM, BANGKA -- Walau belum memasuki musim penghujan, di Provinsi Bangka Belitung (Babel) hujan masih turun.

Berdasarkan catatan Stasiun Meteorologi kelas 1 Pangkalpinang, pada tanggal 1 hingga 22 Juli 2019 terdapat enam kali hujan.

"Saat musim kemarau itu, bukan berarti tidak ada hujan. Namun hujan ada, dan curah hujam jumlahnya dibawah rata-ratanya atau dibawah normal," jelas Slamet Supriyadi Staf Data dan Informasi Stasiun Meteorologi kelas 1 Pangkalpinang, Selasa (23/7/2019).

Menurut Slamet, bahwa terkait ada kejadian tiga hari lalu, yaitu Minggu 21 Juli 2019 terjadi hujan karena ada gangguan atmosfir disebut sirkulasi daerah tertutup atau disebut sirkulasi Edy.

"Adanya sirkulasi Edy menyebabkan di beberapa wilayah di Babel untuk hujannya cukup tinggi dengan intensitas antara sedang hingga lebat, " ujarnya.

Dikemukakan Slamet bahwa terpantau di Pangkalpinang untuk wilayah Pangkalanbaru dan sekitarnya hujan cukup lebat dengan intensitas 50,1 milimeter.

Bahkan terpantau di sekitar wilayah Koba, intensitasnya cukup tinggi dan hujan sangat lebat yaitu 75,5 milimeter.

"Hujan terpantau pada saat itu, hujan turun cukup merata bahwa intensitas hujan di wilayah Babel, sedang hingga lebat, " jelas Slamet.

Ditambahkan Slamet bahwa tanggal 21 Juli merupakan puncak tertinggi dengan intensitas tertinggi.

Dimana hingga 22 Juli 2019, intensitas hujan di Babel tercatat 65 milimeter dengan 6 hari hujan.

Disisilain Slamet mengemukakan saat siang hari sekitar pukul 13.00 wib hingga 14.00 wib, Minggu (21/7) untuk di sekitar Bandara Depati Amir di Pangkalanbaru terpantau kecepatan angin maksimum 27 knot.

"Pada saat itu, kecepatan angin cukup kencang disertai hujan dengan intensitas ringan sampai sedang," kata Slamet. 

Penulis: agusrya
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved