Berita Pangkalpinang

Laporan Balik Yamowa'a Pada Manajemen Global Belum Bisa Diterima Polisi, Tunggu Gelar Perkara

Setelah berdialog dengan pihak penyidik bahwa laporannya belum bisa diterima. Yamowa'a dan para kader Pemuda Pancasila tersebut tampak kecewa.

Laporan Balik Yamowa'a Pada Manajemen Global Belum Bisa Diterima Polisi, Tunggu Gelar Perkara
Bangka Pos/Deddy Marjaya
Yamowa'a menurunkan bukti chat WA dengan manajer Global Excecutive Club usia mendatangi SPKT Polda Kepulauan Bangka Belitung Rabu (24/7/2019). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Yamowa'a Harefa Sekjen MPW Pemuda Pancasila Bangka Belitung Rabu (24/7/2019) mendatangi SPKT Polda Kepulauan Bangka Belitung. Kedatangan Yamowa'a yang didampingi oleh pengurus Pemuda Pancasila baik pengurus MPW Bangka Belitung maupun MPC Kota Pangkalpinang tersebut untuk melaporkan balik pihak Manajemen Global Excecutive Club.

Namun setelah berdialog kemudian diberikan penjelasan oleh pihak penyidik bahwa laporannya belum bisa diterima. Yamowa'a dan para kader Pemuda Pancasila tersebut tampak kecewa.

"Menurut penyidik tadi mereka akan gelar perkara dulu terkait kasus sebelumnya yang dilaporkan oleh manajemen Global kita tunggu dulu tapi karena ini menyangkut pribadi saya dan institusi tempat saya bernaung yang telah dicemarkan," kata Yamowa'a

Yamowa'a mengatakan dirinya akan menunggu hasil gelar perkara dari laporan Manajer Global Excecutive Club yang melaporkan dirinya terkait. Sambil menunggu hal tesebut sejumlah langkah akan disiapkan pihaknya.

"Tetap akan saya laporkan balik mereka ini sudah pembunuhan karakter," kata Yamowa'a

Yamowa'a mengatakan harus dibedakan antara dirnya sebagai Kasatpol PP Pemprov Kepulauan Bangka Belitung dan sebagai Sekjen DPW Pemuda Pancasila Bangka Belitung. Sebab opini publik terbentuk akibat permasalahan ini mengarah pembunuhan karakter dirinya sebagai Kasatpol PP.

Sementara urusan yang terjadi ini adalah urusan dirnya sebagai Sekjen DPW Pemuda Pancasila. Tagihan yang disodorkan oleh pihak THM Global Excecutive tersebut adalah bill (tagihan) tamu dari Pemuda Pancasila.

Memang ada beberapa kali tagihan dilayangkan kepada Pemuda Pancasila dan sebagain sudah dibayar. Namun tak ada pihak kasir yang mengantarkan bill (tagihan) kepadanya.

"Jadi baru kemarin itu ditagih ke saya sebesar Rp 21 juta lebih dan itu pun langsung kita sikapi dibayar kemarin juga,' kata Yamowa'a sembari menunjukkan chat WA dengan manajer Global Excecutive

(Bangka Pos/Deddy Marjaya)

Penulis: deddy_marjaya
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved