Berita Belitung

Nelayan di Bangka Banyak Alih Profesi Jadi Penambang, Ini Penyebabnya

Wilayah tangkap yang semakin jauh dan berkurangnya menyebabkan,hasil tangkapan nelayan di Perairan Kabupaten Bangka membuat nelayan harusalih profesi

Nelayan di Bangka Banyak Alih Profesi Jadi Penambang, Ini Penyebabnya
bangkapos.com/Nurhayati
Sebagian kapal nelayan yang bersandar di dermaga nelayan di Pantai Turun Aban Sungailiat. 

BANGKAPOS.COM-- Wilayah tangkap yang semakin jauh dan berkurangnya menyebabkan, hasil tangkapan nelayan di Perairan Kabupaten Bangka banyak yang membuat nelayan harus beralih profesi sebagai penambang. Pasalnya dengan menambang timah penghasilan yang didapat lebih menjanjikan saat ini.

Kabid Pemberdayaan Nelayan Kecil, Dinas Perikanan, Kabupaten Bangka, Ibnu Taufik Hidayat, mengakui hal tersebut, asumsinya penyebab beralihnya nelayan ke pertambangan karena melihat biaya produksi yang tinggi, bila dibandingkan dengan hasil tangkapan nelayan saat ini.

"Peralihan seperti ini bisa saja terjadi, bila ke laut perlu biaya, mereka mengeluarkan biaya produksi. Ke laut membawa Rp 100 ribu pulang harus Rp 300 ribu, daripada melaut pulangnya kosong, mereka pindah profesi, hasil penangkapan ikan di laut yang menurut mereka menurun, sehingga mencari peruntungan di pertambangan atau perkebunan saat ini," ungkap Ibnu kepada Bangkapos.com, Kamis (24/7/2019).

Selain itu, banyaknya pertambangan saat ini membuat wilayah tangkap nelayan mencapai 15 mil hingga 20 mil dari bibir pantai, sehingga memerlukan modal cukup besar untuk menjangkau wilayah tersebut.

"Kemudian lagi dengan pertambangan dan perikanan tidak bisa menyatu, namanya ikan memanfaatkan ruang geraknya di air, tambang mengambil isi mineral mulut bumi, sehingga membuat pernapasan ikan terganggu dan menyebabkan kematian," kata Ibnu.  (Bangkapos/Riki Pratama)

Penulis: Riki Pratama
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved