Idul Adha 2019

Bolehkah Menjual Kulit Hewan Kurban saat Idul Adha? Ini Dalil dan Pendapat Para Ulama

Bolehkah menjual kulit hewan kurban? Rasulullah Muhammad SAW melarang menjual kulit hewan kurban.

Bolehkah Menjual Kulit Hewan Kurban saat Idul Adha? Ini Dalil dan Pendapat Para Ulama
Bangkapos.com/Nurhayati
Panitia Pemotongan Hewan Kurban Masjid Agung Sungailiat Kabupaten Bangka memotong daging hewan kurban untuk dibagikan kepada kaum duafa, Sabtu (2/9/2017). 

BANGKAPOS.COM - Bolehkah menjual kulit hewan kurban?

Pemanfaatan hasil sembelihan hewan kurban selama ini memang masih jadi perdebatan di kalangan masyarakat.

Perdebatan itu, di antaranya soal pemanfaatan kulit hewan kurban kambing, domba, atau sapi. Setelah disisik, kulit dipisahkan dari daging, lalu diapakan kulit hewan kurban itu?

Apakah boleh menjual kulit hewan kurban? Atau Islam melarangnya?

Banyak yang bertanya mengenai hal itu. Sebab, di hari Iduladha banyak sekali pembeli kulit hewan kurban yang bekeliaran ke tempat-tempat penyembelihan.

Ada juga yang memasang plang berisikan tulisan 'menerima jual kulit hewan kurban.'

Dalam syarian Islam, menjual bagian dari hewan kurban itu dilarang atau tidak boleh. Dalil larangan menjual hasil sembelihan hewan kurban, mengutik dari rumaysho.com, diterangkan dalam hadis yang diriwayatkan Abu Sa'id.

Nabi Muhammad SAW bersabda,

وَلاَ تَبِيعُوا لُحُومَ الْهَدْىِ وَالأَضَاحِىِّ فَكُلُوا وَتَصَدَّقُوا وَاسْتَمْتِعُوا بِجُلُودِهَا وَلاَ تَبِيعُوهَا

“Janganlah menjual hewan hasil sembelihan hadyu dan sembelian udh-hiyah (qurban). Tetapi makanlah, bershodaqohlah, dan gunakanlah kulitnya untuk bersenang-senang, namun jangan kamu menjualnya.”

Halaman
123
Editor: fitriadi
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved