Breaking News:

Dorong Penambangan Timah yang Bertanggung Jawab, AETI Ajak Stakeholde Samakan Persepsi

Asosiasi Eksportir Timah Indonesia (AETI) menggelar workshop bersama Responsible Mineral Initiative (RMI) bertajuk Joint Workshop on Responsible

Penulis: Dedy Qurniawan | Editor: Evan Saputra
Bangka Pos/Dedi Qurniawan
Workshop yang digelar Asosiasi Eksportir Timah Indonesia (AETI) menggelar Responsible Mineral Initiative (RMI) bertajuk Joint Workshop on Responsible Tin Production, di Swiss-bel Hotel, Pangkalpinang, Kamis (25/7/2019). 

Dorong Penambangan Timah yang Bertanggung Jawab, AETI Ajak Stakeholde Samakan Persepsi

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Asosiasi Eksportir Timah Indonesia (AETI) menggelar workshop bersama Responsible Mineral Initiative (RMI) bertajuk Joint Workshop on Responsible Tin Production, di Swiss-bel Hotel, Pangkalpinang, Kamis (25/7/2019).

RMI diperkenalkan sebagai LSM internasional yang memiliki hampir 400 anggota.

"Itu biasanya terkait industri yang menggunakan mineral yang scope-nya terbatas yakni timah, emas, tantalum" kata Ketua AETI Alwin Albar pada konferensi pers, Kamis (25/7/2019).

Perusahaan-perusahaan yang berada di belakang RMI misalnya adalah Samsung, Canon, Apple, hingga peralatan otomotif yang menggunakan bahan dasar mineral timah, emas, tantalum.

Alwin menyatakan, perusaahaan-perusahaan berlabel “fortune five hundered” itu memiliki komitmen untuk menggunakan mineral yang berasal dari sumber mineral yang dapat dipertanggungjawabkan dalam proses produksinya.

Lewat RMI yang merupakan turunan Responsible Bussiness Alliance (RBA), pelaku industri meminta bantuan guna mendapatkan informasi mengenai sumber mineral yang mereka gunakan.

"Peran strategis RMI dalam menentukan kebijakan perusahaan fortune five hundered terkait pemilihan sumber mineral tersebut, membuat AETI merasa perlu untuk menjalin kerjasama guna mendorong implementasi penambangan timah yang bertanggungjawab," kata Alwin.

Sekretaris AETI Jabin Subianto mengatakan, workshop digelar untuk menyamakan persepsi semua stakeholder, mulai dari pemerintahan, NGO dan para pelaku untuk mendorong penerapan perilaku penambangan yang bertanggungjawab di Indonesia.

Selain itu, kata dia, workshop ini juga melahirkan sejumlah kesepakatan. Di antaranya penyaluran dana reklamasi berkelanjutan, sebagai wujud komitmen community development dari perusahaan-perusahaan eksportir timah, melalui pemerintah pusat maupun pemda setempat.

"Kami berharap ada kesadaran di publik, bahwa kami di industri timah untuk mendorong reponsible mining, dengan harapan juga diikuti oleh industri lainnya di luar timah," kata Jabin.

(bangkapos.com / Dedy Qurniawan)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved