Berita Pangkalpinang

Mindset Tata Kelola dan Kemandirian Olahraga di Daerah Perlu Diubah

Ada dua hal yang perlu diperhatikan para stakeholder olahraga di daerah. Pertama, mindset, tata kelola olahraga dan kedua kemandirian.

Mindset Tata Kelola dan Kemandirian Olahraga di Daerah Perlu Diubah
(BANGKA POS / DEDY Q)
Kabid Peningkatan Mutu Wasit Juri dan Tenaga Pendukung Kemenpora RI Hariyanto 

BANGKAPOS.COM- Kabid Peningkatan Mutu Wasit Juri dan Tenaga Pendukung Kemenpora RI, Hariyanto mengatakan, ada dua hal yang perlu diperhatikan para stakeholder olahraga di daerah. Pertama, mindset, tata kelola olahraga dan kedua kemandirian.

Dua hal ini ingin disampaikan Kemenpora RI saat mereka menggelar acara Peningkatan Profesional Manajemen Olahraga dan Kapasitas Organisasi Olahraga Fungsional, Profesional, dan Prestasi yang digelar Kemenpora RI di Hotel Puncak, Kamis (25/7/2019).

Acara ini dihadiri para pengurus cabor, pelaku olahraga, Diskepora Babel dan pihak terkait olahraga di Babel.

"Tujuannya untuk mengubah mindset tata kelola organisasi olahraga modern, kemudian agar induk cabor di daerah bisa mandiri, dalam artian tidak selalu berharap penuh pada APBD dan APBN," kata Hariyanto, Kamis (25/7/2019).

Menurut Hariyanto, mindset tata olahraga perlu diubah dari konvensional menjadi tata kelola modern. Perlu ada komputerisasi di banyak lini dan membangun database yang mumpuni.

"Karena semua olahraga ini by data. Misal pengprov mengajukan dana untuk kegiatan, kalau tidak by data pengajuan itu tidak kuat. Misalnya ada pelatih berapa, atlet berapa, sertifikasinya apa, berapa kali pelatihan yang dilakukan, sarprasnya apa, kalau sudah didukung data, mereka mudah berargumentasi dengan pemerintah saat mengajukan dana," kata Hariyanto.

Hal kedua adalah aspek kemandirian pengelolaan olahraga. Menurut Hariyanto, selama ini pengelolaan olahraga kerap mengandalkan dukungan pemerintah.

Mindset tersebut perlu diubah dengan pencarian dana secara mandiri.

"Selama ini kan seperti itu, hanya berharap dapat sekian, tidak ada nilai jual di situ. Seharusnya, misalkan atletik ingin mengadakan event, tanpa mengandalkan APBD, dia bisa bikin proposal ke BUMD, BUMN, dijual dengan ditawarkan iklan perusahaan tersebut. Pasang iklan perushaan di event itu, ini kan ada nilai jual di situ," beber Hariyanto

Dia mencontohkan, sejumlah daerah sudah mulai menerapkan prinsip kemandirian ini. Sebut saja event atletik di Surabaya dan event-event olahraga lainnya di Yogyakarta dan Jawa Tengah, hingga Palembang.

"Palembang bagus, dia ambil event internasional. Di situ ada peran perusahaan,
, BUMN. Perusahaan mau, karena di situ ada saling menguntungkan. Event berjalan, dan bisa mengundang peserta dari luar daerah, hotel penuh," kata Hariyanto. (bangkapos.com / Dedy Qurniawan)

Tags
Kemenpora
Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved