Berita Sungailiat

257 Hewan Kurban Ditemukan Sakit di Enam Kecamatan Kabupaten Bangka

Dalam pemeriksaan yang dilakukan oleh dua dokter hewan, 257 hewan kurban dinyatakan sakit sehingga belum layak untuk digunakan berkurban.

Bangka Pos/Riki Pratama
Penjual kambing yang sudah mulai bermunculan di Kecamatan Sungailiat, foto diambil, Jumat (26/7/2019) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dinas Pertanian Kebupaten Bangka telah melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di setiap Kecamatan yang ada di Kabupaten Bangka.

Dalam pemeriksaan yang dilakukan oleh dua dokter hewan tersebut, mendapatkan total 257 hewan kurban dinyatakan sakit sehingga belum layak untuk digunakan berkurban.

Kasi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Penteriner Dinas Pertanian Pemkab Bangka, Krisna Ningsih, mengatakan dari total delapan Kecamatan di Kabupaten Bangka sebanyak enam Kecamatan yang telah didatangi untuk dilakukan pemeriksaan hewan Kurban.

"Kecamatanya yaitu Sungailiat, Pemali, Riausilip, Belinyu, Puding Besar dan Bakem yang belum Mendo Barat dan Merawang. Rencananya hari ini, dari wilayah itu total 1.340 ekor sapi dan kambing telah diperiksa,"jelas Krisna kepada bangkapos.com, Jumat (26/7/2019).

Ia menjelaskan, dari total tersebut sebanyak 1.083 ekor hewan dinyatakan sehat dan 257 ekor dinyatakan sakit dan tidak diberikan label kalung dilehernya.

"Total hewan kambing dan sapi yang telah kita periksa sebanyak 1.340 ekor, lalu hewan yang dinyatakan sehat diberikan lebel sebanyak 1.083 ekor, sementara hewan yang sakit tidak di beri label sebanyak 257 ekor,"lanjutnya.

Sambung Krisna penyakit yang ditemukan oleh tim pemeriksaan yaitu dari penyakit kulit, mulut dan mata, sehingga dianggap belum layak untuk menjadi hewan kurban.

"Kebanyakan kambing, sakitnya pada mulut , sakit kulit ada bercak bercak, lalu di mata ada air mata berair dan merah, mungkin karena kebersihan, cuaca yang menyebabkan termasuk kepadatan dalam kandang, lalu kondisi stres karena di angkut dari truk, karena banyak hewan berasal dari luar Bangka,"tukasnya

Dengan hasil pemeriksaan tersebut, Dinas Pertanian berupaya untuk melindungi konsumen yang ingin berkurban, sehingga diharapkan warga tidak membeli hewan yang belum diberikan label sehat di leher hewan kurban.

"Rekomendasi kami ada hewan yang tidak diberikan label. Kondisinya sakit kita berikan waktu pemulihan, karena bisa dipulihkan ada kita kasih obat, misalnya sakit kulit, ada untuk kulit. Agar kembali normal itu tindakan dokter hewan menghimbau warga kalau bisa membeli hewan yang sudah kita berikan label dari Dinas Pertanian,"ungkapnya.

(Bangka Pos/Riki Pratama)

Penulis: Riki Pratama
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved