Sintong Panjaitan Komandan Tim Kopassus Bersandiwara Bohongi Pasukannya Sebelum Misi Berbahaya

Sintong Panjaitan, seorang komandan tim kopassus pernah membohongi pasukannya dengan bersandiwara sebelum melakukan misi berbahaya.

Sintong Panjaitan Komandan Tim Kopassus Bersandiwara Bohongi Pasukannya Sebelum Misi Berbahaya
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Ilustrasi: Anggota Kopassus TNI AD meneriakkan yel-yel usai peringatan HUT ke-67 TNI di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Jumat (5/10/2012). 

BANGKAPOS.COM - Seorang komandan tim kopassus pernah membohongi pasukannya dengan bersandiwara sebelum melakukan misi berbahaya.

Komandan tim Kopassus yang bersandiwara itu tak lain adalah Sintong Panjaitan, seperti dilansir dari buku Sintong Panjaitan Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando karya Hendro Subroto.

Saat itu, terjadi pembajakan pesawat DC 9 Woyla dengan rute Jakarta-Medan pada 28 Maret 1981.

Sintong Panjaitan ditunjuk menjadi pemimpin operasi lapangan untuk misi pembebasan para sandera.

SIntong menyadari kondisi anak buahnya sudah lelah dan kurang tidur akibat latihan yang terus-menerus dilakukan dan beban tanggung jawab keberhasilan misi ini.

Untuk mengurangi rasa lelah anak buahnya, Sintong pun bersandiwara.

Ia keluar dari ruangan sambil berkata ia dipanggil oleh atasan.

Lalu Sintong masuk kembali ke ruangan anak buahnya sambil melempar senjatanya dan berkata: "Setengah mati kita latihan. Ternyata kita tak jadi melakukan penyerbuan."

Ia menjelaskan pasukan Thailand tidak mau kalau pasukan Indonesia yang melakukan operasi pembebasan sandera.

"Jdi besok kita segra pulang. Matikan lampu, terus tidur," tambah Sintong

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved