Viral Iklan Wanita Rela 'Digilir' Untuk Lunasi Utang Online, Diteror Gara-gara Telat Bayar

Viral pengakuan wanita yang rela digilir seharga Rp 1,054 juta demi melunasi utang di aplikasi fintech atau financial technologly Incash.

Viral Iklan Wanita Rela 'Digilir' Untuk Lunasi Utang Online, Diteror Gara-gara Telat Bayar
TribunSolo.com/Agil Tri
YI dan Sukadewa saat jumpa pers di Centra Niaga, Solo Baru, Grogol, Sukoharjo, Kamis (25/7/2019). 

Ia meminjam dengan jangka waktu pinjaman atau tenor selama tujuh hari.

Ia mengaku baru telat membayar satu hari, ia mendapatkan teror.

“Baru telat sehari sudah diteror. Mereka bikin group WhatsApp yang ada gambar saya dengan tulisan pelecehan,” jelas Yl.

Memang beredar sebuah iklan yang menjadi viral.

Dalam iklan tersebut, Yl rela digilir seharga Rp 1,054 juta demi melunasi utang di aplikasi Financial Technology Incash.

Berdasarkan iklan tersebut, Yl menjamin kepuasan bagi siapa yang menggunakan jasanya. Ketika dikonfirmasi YI mengaku hal ini merupakan pencemaran nama baik.

“Itu pelanggaran UU ITE dan pencemaran nama baik. Makanya saya laporkan ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) dan Polrestabes,” tambah Yl.

Yl telah mendapatkan surat kuasa bantuan hukum dari LBH.

Dalam surat kuasa, Yl mengaku telah mendapatkan ancaman teror kekerasan, penghinaan serta pencemaran nama baik melalui media teknologi informasi dan transaksi elektronik (ITE).

Kuasa ini diberikan kepada I Gede Sukadenawa Putra SH dan Yuliawan Fathoni yang merupakan pengacara dan konsultan hukum yang tergabung dalam institusi LBH Solo Raya yang beralamat di Sentra Niaga Kawasan Terpadu The Park Mall Jl. Soekarno, Dusun II, Madegondo, Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved