Viral Iklan Wanita Rela 'Digilir' Untuk Lunasi Utang Online, Diteror Gara-gara Telat Bayar

Viral pengakuan wanita yang rela digilir seharga Rp 1,054 juta demi melunasi utang di aplikasi fintech atau financial technologly Incash.

Viral Iklan Wanita Rela 'Digilir' Untuk Lunasi Utang Online, Diteror Gara-gara Telat Bayar
TribunSolo.com/Agil Tri
YI dan Sukadewa saat jumpa pers di Centra Niaga, Solo Baru, Grogol, Sukoharjo, Kamis (25/7/2019). 

Kedua pengacara dan konsultan hukum ini akan bertindak sebagai penggugat dalam perkara pidana berupa ancaman teror kekerasan, dan penghinaan melalui komunikasi telepon kepada Yl.

Termasuk, penyebaran konten penghinaan serta pencemaran nama baik Yl di media sosial.

Hal ini dilakukan oleh oknum debt collector bisnis online kepada saudara, sahabat, dan kerabat Yl guna menjatuhkan harga diri dan martabat.

Pada akhirnya akan menimbulkan efek kebencian dan permusuhan dalam upaya untuk memperoleh penagihan pinjaman uang yang dilakukan oleh Yl.

Perusahaan fintech yang dipakai oleh Yl untuk utang itu sendiri belum terdaftar sebagai fintech peer to peer lending yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Artinya perusahaan ini merupakan fintech ilegal yang meresahkan. 

Heboh Iklan Wanita Rela Digilir Seharga Rp 1,054 Juta Demi Lunasi Utang di Aplikasi Fintech Ilegal

(Tribunsolo.com/Agil Tri)

Artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul Pengkuan YI, Utang 1 Juta di Pinjaman Online, Bunga dan Denda Belum Genap Satu Bulan Capai 30 Juta

Editor: fitriadi
Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved