Dosen UBB Kenalkan Pemanfaatan Limbah Bahan Organik

TIGA Dosen Program Studi Agroteknologi UBB mengenalkan pemanfaatan limbah bahan organik dan agen hayati kepada masyarakat Desa Air Duren, Kab. Bangka

Dosen UBB Kenalkan Pemanfaatan Limbah Bahan Organik
ist/Dosen UBB Kenalkan Pemanfaatan Limbah Bahan Organik
TIGA Dosen Program Studi Agroteknologi Universitas Bangka Belitung mengenalkan pemanfaatan limbah bahan organik dan agen hayati kepada masyarakat Desa Air Duren, Kabupa¬≠ten Bangka, Jumat (26/7). 

BANGKAPOS.COM - TIGA Dosen Program Studi Agroteknologi Universitas Bangka Belitung mengenalkan pemanfaatan limbah bahan organik dan agen hayati kepada masyarakat Desa Air Duren, Kabupa­ten Bangka, Jumat (26/7).

Kegiatan yang dilaksanakan di Kantor Desa Air Duren tersebut me­ngundang puluhan masyarakat yang begitu antusias ingin menyerap informasi yang diberikan.

Ketiga dosen tersebut yakni Ropalia S.P, M.Si, Rion Apriyadi S.P, M.Si dan Deni Pratama, S.P, M.Si yang mengangkat program dengan tema Eco-Friendly Agrotechnorganic: Integrasi Pertanian Organik Skala Rumah Tangga Berbasis Pengolahan Limbah Keluarga dan Pemanfaatan Agensia Hayati.

Program ini merupakan program pengabdian yang dilaksanakan untuk memberikan pehamaman dan pengalaman terkait potensi limbah organik dan agen hayati kepada masyarakat di Desa Air Duren, Kabupaten Bangka.

Kegiatan berisi penyampaian materi tentang perbanyakan agen hayati yakni Trichoderma pada media jagung yang dijelaskan oleh Ropalia, dan pemanfaatan limbah organik yang dijadikan POC (Pupuk Organik Cair) yang disampaikan oleh Deni Pratama.

Ropalia selaku Ketua Program Pengabdian mengatakan program ini bertujuan untuk menginisiasi dan memperkenalkan kepada masyarakat khususnya Desa Air Duren terkait penggunaan limbah organik dan agen hayati ramah lingkungan untuk dimanfaatkan.

“Kami ingin memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa agen hayati dan limbah organik ini berpotensi untuk menunjang kebutuhan pertanian. Pemanfaatan ini kami rasa tepat bagi masyarakat yang umumnya lebih menyenangi aplikasi dengan cara yang praktis dan juga ekonomis,” kata Ropalia.

Ditambahkan Ropalia, bahwa perba­nyakan Trichoderma dan POC terbilang sangat aplikatif untuk diterapkan masyarakat karena mampu mengendalikan penyakit serta menambah nutrisi bagi komoditi yang ditanami petani.

Tidak hanya memberikan wawasan lewat materi, masyarakat Desa Air Duren juga diberi demonstrasi dengan cara pengaplikasian Trichoderma pada media dan pembuatan POC secara langsung.

Deni Pratama menjelaskan bahwa pemanfaatan bahan eco-friendly amat dibutuhkan masyarakat saat ini.

“Eco-friendly lebih mengacu pada pemanfaatan bahan organik yang ramah lingkungan. Sustainable Agriculture harus dimulai dengan penggunaaan bahan organik yang tentunya mudah ditemui oleh masyarakat. Itulah yang menjadi alasan kami mengedukasi masyarakat lewat program kami yang berfokus pada bahan organik yang dapat dijadikan agen hayati, pupuk organik, maupun pestisida alami,” papar Deni.

Kepala Desa Air Duren, Zainudin mendukung penuh program kegiatan yang dilakukan ini. Menurutnya ini adalah wawasan dibutuhkan bagi masyarakat Desa Air Duren terkait pengolahan bahan organik yang ternyata dapat dimanfaatkan sebagai pupuk, maupun agen hayati.

“Pengetahuan semacam ini dapat menyadarkan masyarakat untuk mengolah bahan organik khususnya limbah pertanian yang mungkin masih dibiarkan begitu saja,” ucap Zainudin.

Dirinya berharap program semacam ini kontinyu digalakkan agar masyarakat dapat mengolah limbah organik secara mandiri. (adv/may)

Editor: Evan
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved