Berita Pangka

Harga Cabai Naik, Ini Penyebabnya Menurut Dinas Pangan Babel

Kekurangan pasokan bukan hanya terjadi di Babel. Melainkan juga terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia. Kekurangan pasokan terjadi di wilayah lain.

Harga Cabai Naik, Ini Penyebabnya Menurut Dinas Pangan Babel
Dokumen Bangka Pos
Cabai Merah di pasar pembangunan Pangkalpinang. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Harga cabai, baik cabai panjang maupun rawit, saat ini tengah naik. Informasi yang dihimpun bangkapos.com, harga bertengger Rp 80 ribu per kilogram untuk cabai panjang, dan Rp 100 ribu-Rp 120 ribu untuk cabai rawit.

Kepala Dinas Pangan Kepulauan Bangka Belitung Ahmad Damiri mengakui adanya kenaikan ini. Penyebabnya adalah seretnya pasokan dari sentra produksi cabai di Pulau Jawa.

Saat ini para petani di Jawa sedang masa tanam dan bersiap panen pada musim kemarau ini. Selain itu, ada juga pengaruh hama penyakit

"Saat musim hujan, sentra produksi itu tanam komoditi lain (bukan cabai). Saat musim kemarau ini petani tanam dan ada yang baru mulai panen. Itu juga banyak kena penyakit," kata Damiri ditemui di kantornya, Selasa (30/7/2019)

Menurut dia, kekurangan pasokan bukan hanya terjadi di Babel. Melainkan juga terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia. Kekurangan pasokan terjadi di wilayah lain.

Kepala Dinas Pangan Babel Ahmad Damiri
Kepala Dinas Pangan Babel Ahmad Damiri (bangkapos.com/Dedi Qurniawan)

"Selama ketersediaan di daerah penghasil itu terbatas, itu sangat mempengaruhi. Bukan karena distribusi," ujarnya

Kondisi serupa juga terjadi pada titik-titik produksi cabai lokal, seperti di Celuak (Bangka Tengah) dan Merawang (Bangka) dan sejumlah titik lain yang diakui belum bisa memenuhi permintaan cabai di wilayah Babel. Dia optimistis harga akan turun ke depan.

"Kecenderungannya turun, karena di Jawa itu panen. Selama stoknya tercukupi dan panen tidak ada kendala penyakit, turun," kata Damiri.

Mahalnya harga cabai membuat ibu rumah tangga menyiasati pengeluaran hariannya. Ulul misalnya, harus mengulangi pembelian cabai hariannya agar uang belanja cukup.

"Cabe kampung sekilo e Rp 100 ribu. Cabe panjang tu Rp 100 ribu lah se ons Rp 8 sampai Rp 10 ribu. Saya beli ons-an saja," katanya.

(bangkapos.com / Dedy Qurniawan)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved