Kasus Kepemilikan Narkoba di Basel, Ketum PDKP Babel Nilai Rehap Ahend dan Aguan Prematur

Ketua Umum (Ketum) Perkumpulan Pusat Dukungan Kebijakan Publik (PDKP) Kepulauan Bangka Belitung Ibrohim SH, angkat bicara soal

Kasus Kepemilikan Narkoba di Basel, Ketum PDKP Babel Nilai Rehap Ahend dan Aguan Prematur
Istimewa pribadi
Ketua Umum (Ketum) Perkumpulan Pusat Dukungan Kebijakan Publik (PDKP) Kepulauan Bangka Belitung Ibrohim SH 

Kasus Kepemilikan Narkoba di Basel, Ketum PDKP Babel Nilai Rehap Ahend dan Aguan Dinilai Prematur

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Ketua Umum (Ketum) Perkumpulan Pusat Dukungan Kebijakan Publik (PDKP) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Ibrohim SH, angkat bicara soal langkah rehabilitasi yang diambil jajaran Polres Bangka Selatan, terkait kasus dugaan kepemilikan delapan paket sabu yang menjerat Ahend dan Aguan.

Ibrohim, menilai langkah pihak kepolisian merehab Ahend dan Aguan tersebut prematur dan tergesa gesa.

Apalagi barang bukti narkoba yang ditemukan saat penggerbekan tersebut cukup banyak bahkan ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

"Kami menilai keputusan pihak kepolisian merehab kedua terduga pelaku ini masih terlalu dini, tanpa mempertimbangkan aspek hukum yang ada di KUHAP. Apalagi barang bukti saat penggerbekan cukup banyak," ujar Ibrohim, Selasa (30/7/2019)

.

Diberitakan sebelunnya, dua pelaku dugaan kepemelikan narkoba yakni Hendry alias Ahen (24) dan Aguan (32), bisa menghirup udara segar. Keduanya hanya menjalani rehab jalan di BNNP provinsi.

Padahal, sebelumnya, Selasa (24/6/2019) lalu, kedua pelaku di tangkap anggota Polsek Simpang Rimba, Polres Bangka Selatan, berikut barang bukti delapan paket sabu yang ditaksir seharga Rp 10.000.000.

(bangkapos.com/anthoni ramli)

Penulis: Antoni Ramli
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved