VIDEO: Kekeruhan Air Baku Kolong Pedindang Meningkat Sebabkan Suplai Air Bersih Tersendat

Direktur Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Pinang Kota Pangkalpinang, Juniar Nangtjik mengatakan dari hasil analisa dan kajian mereka ternyata penyebab

PANGKALPINANG, BANGKA POS - Direktur Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Pinang Kota Pangkalpinang, Juniar Nangtjik mengatakan dari hasil analisa dan kajian mereka ternyata penyebab tersendatnya aliran air bersih ke rumah para pelanggan di beberapa wilayah di Kota Pangkalpinang karena meningkatnya kekeruhan sumber air baku di Kolong Pedindang, yang berada di samping Kantor PDAM Tirta Pinang.

"Setelah kami kaji dan analisa ternyata penyebab mengapa suplai air bersih di beberapa wilayah tidak bisa 24 jam karena tingkat kekeruhan air baku Kolong Pedindang saat ini 2.100 ntu, sedangkan biasanya hanya 600 san ntu, jadi kondisi air baku sudah sangat keruh dan merupakan kualitas air baku terjelek di Indonesia," imbuhnya.

Diakuinya, sarana pengolahan air bersih atau IPA yang ada di PDAM Tirta Pinang saat ini tidak mampu lagi mengolah air baku dengan tingkat kekeruhan mencapai 2.100 ntu di Kolong Pedindang ini.

"Pagi ini kita mencoba untuk mengalihkan sumber air baku ke pompa intake yang ada di Kolong Kacang Pedang dengan kapasitas 90 liter/detik. Jadi sejak pukul 06.00 WIB tadi kita mulai mengirimkan air baku dari Kolong Kacang Pedang ke IPA yang ada disini," jelas Juniar.

Diungkapkannya, hasil pengecekan tingkat kekeruhan air baku di Kolong Kacang Pedang semalam mencapai 900 san ntu dan pagi ini 700 san ntu.

"Artinya kalau kita gunakan air baku Kolong Kacang Pedang kualitas air bakunya lebih bagus 50 an persen dibandingkan air baku Kolong Pedindang," imbuhnya.

Dijelaskannya kemampuan sarana pengolahan air atau IPA yang dimiliki saat ini hanya mampu mengolah air baku dengan tingkat kekeruhan maksimal 1.150 ntu.

"Kemarin kita masih menggunakan air baku Kolong Pedindang dengan kemampuan IPA untuk mengolah air 80 liter per detik, sedangkan hasil air bersih yang didapatkan hanya 50 persen atau 40 liter per detik, sisanya kita buang karena airnya banyak mengandung lumpur," jelasnya.

Diharapkannya dengan pemindahan intake sumber air baku ke Kolong Kacang Pedang ini bisa memaksimalkan hasil kerja IPA disini menjadi 80 liter per detik kembali, sehingga seluruh pelanggan air PDAM tetap bisa melayani selama 24 jam.

"Kita harapkan hari ini beberapa wilayah yang tidak mendapatkan suplai 24 jam, hari ini mudah-mudahan normal kembali bisa mendapatkan suplai merata 24 jam. Kita targetkan pukul 4 sore nanti tekanan air di seluruh rumah pelanggan bisa normal kembali," tukasnya. (Bangka Pos/Edwardi)

Penulis: edwardi
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved