Berita Pangkalpinang

Awi Berharap Pemerintah Dapat Dampingi Petani Cabai Supaya Mandiri

Keterlambatan pengiriman cabai ke Provinsi Bangka Belitung (Babel) menurut satu di antara agen cabai di Babel Haji Awi menjadi penyebab

Awi Berharap Pemerintah Dapat Dampingi Petani Cabai Supaya Mandiri
bangka pos/Muhammad Rizki
Gudang agen cabai Haji Awi 

Awi Berharap Pemerintah Dapat Dampingi Petani Cabai Supaya Mandiri

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Keterlambatan pengiriman cabai ke Provinsi Bangka Belitung (Babel) menurut satu di antara agen cabai di Babel Haji Awi menjadi penyebab tingginya harga cabai di pasar.

Awi mengatakan jika pemerintah harus memberi solusi akan kasus ini. Ia berharap agar pemerintah dapat membuat dan mendampingi petani Babel agar bisa lebih mandiri, sehingga tidak tergantung dengan daerah lain.

"Solusinya ya di pemerintah, kasih penyuluhan, kasih bibit cabai sama petani, didampingi. Mati kita sampai sekarang cuma bisa stock 20 persen, paling tidak bisa 50:50 lah," ujar Awi, Rabu (31/7) kepada Bangkapos.com.

Ia meminta agar pemerintah bisa bekerjasama dengan tiap desa untuk memandirikan petani, ia merasa miris dikarenakan banyak bahan pangan yang diambil dari luar daerah seperti kunyit dikirim dari Aceh dan Jahe yang harus dikirim dari Curup.

Untuk saat ini ia mengatakan jika cabai yang masuk ke Babel dari berbagai daerah, mulai dari Jogja, hingga Makassar, dikarenakan ia sebagai agen mencari harga yang termurah.

Kapal Tak Bisa Menyandar ke Dermaga

Satu di antara agen cabai di Bangka Belitung Haji Awi mengatakan jika, Harga cabai yang tinggi di pasaran yang belakangan ini dikarenakan faktor alam yang membuat pengiriman cabai dari luar Babel terhambat.

Ia mencontohkan cabai yang datang pada Selasa (30/7/2019) dari luar daerah yang dikirim melalui kapal melalui pelabuhan Pangkalbalam, sampai dengan saat ini tidak bisa menyandar ke dermaga dikarenakan air yang surut.

"Belum bisa berlabuh, kalau faktor alam ga ada yang bisa disalahin," ujar Awi, Rabu (31/7/2019) diruang kerjanya.

Ia juga menambahkan jika kemarin juga datang cabai kecil dari Makassar, namun setelah transit di cargo Cengkareng tidak langsung dipindahkan, dan ia mendapatkan info bahwa pagi hari ini baru dipindahkan dan akan dikirimkan ke Pangkalpinang.

Hal itu terjadi lantaran jika bagasi cargo sudah penuh dengan muatan lain, maka pengiriman cabe harus ditunda dan dikirim dengan bagasi yang lain. Awi berharap jika untuk kepentingan hajat orang banyak, seharusnya cabai diprioritaskan.

"Kemarin dikirim 15 dus, dapatnya cuma 7 dus, sisanya cancel. Pagi ini jam 08.00 WIB baru masuk kesini, seharusnya untuk kepentingan masyarakat, cabe itu harus diupayakan," tutup Awi.

Penulis: Muhammad Rizki
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved