Pasokan Cabai ke Babel Terkendala Pengiriman, Pedagang Cabai Naikan Harga

Untuk pengaturan harga cabai satu di antara agen cabai di Bangka Belitung (Babel) Haji Awi mengatakan jika ia mengikuti mekanisme pasar, sehingga ia

Pasokan Cabai ke Babel Terkendala Pengiriman, Pedagang Cabai Naikan Harga
bangka pos/Muhammad Rizki
Gudang agen cabai Haji Awi 

Pasokan Cabai ke Babel Terkendala Pengiriman, Pedagang Cabai Naikan Harga

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Untuk pengaturan harga cabai satu di antara agen cabai di Bangka Belitung (Babel) Haji Awi mengatakan jika ia mengikuti mekanisme pasar, sehingga ia harus mengecek harga cabai di beberapa kota, semisal di pulau Jawa dan Palembang.

Ia mengatakan jika sampai saat ini sebenarnya harga cabai masih stabil, namun dikarenakan terhambat dalam pengiriman, sehingga barang langka di pasaran yang membuat pedagang cabai menaikan harga.

"Harganya masih standard, tapi dikarenakan barangnya kurang otomatis pelaku usaha karena barang tidak mencukupi tetap dinaikan sedikit," ujar Awi, Rabu (31/7) kepada Bangkapos.com

Dikarenakan keterlambatan tersebut Awi mengatakan, jika untuk hari ini ia menjual cabai rawit Rp 80 ribu/kg yang sebelumnya Rp 60 ribu/kg dan cabe kriting Rp 65 ribu.

Dulu ia mengatakan pernah mengakali kapal yang belum bisa merapat dengan menjemput cabai tersebut, namun saat ini tidak bisa dilakukan dikarenakan posisi mobil pengangkut cabai tersebut berada di posisi paling dalam, sehingga sangat beresiko jika dipaksakan untuk diambil.

Jumlah cabai yang sekarang berada di kapal berjumlah sekitar 850 kg, sedangkan yang baru dikirim hari ini dari Cengkareng berjumlah 240 kg. Dan kejadian di Cengkareng ini bukan kali pertama, namun sudah rutin.

"Bukan sering lagi, tapi sudah rutin itu," tegas Awi.

Bukan tanpa usaha Awi mengatakan jika sudah sering meminta bantuan baik kepada pemerintah maupun kepada pihak maskapai, namun hingga saat ini hasilnya nihil.

Buntut dari keterlambatan pengiriman cabai ini juga berdampak pada kualitas cabai, cabai yang terlalu lama di jalan akan mengalami penurunan kualitas, sehingga cepat rusak dan harga menjadi turun.

(Bangkapos.com/Muhammad Rizki)

Penulis: Muhammad Rizki
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved