VIDEO : Pedagang Laporkan Pengelola Kios Tamansari ke Polda Babel

Menurut Zaidan apa yang dilakukan pihak pengelola memang masuk unsur pemerasan. Katanya ada 23 orang yang merasa haknya dirugikan.

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Para pedagang yang menyewa kios di kawasan Tamansari Sungailiat, Kabupaten Bangka melaporkan pengelola tempat tersebut ke Polda Kepulauan Bangka Belitung terkait dugaan pemerasan Rabu (31/6/2019).

Kedatangan para pedagang ke Polda Babel didampingi oleh pengacara Zaidan untuk memberikan laporan.

"Ini laporan kedua kita, sebelumnya kita melaporkan ke Polres Bangka terkait pengeroyokan dan penganiayaan terhadap pedagang, hari ini kita laporkan terkait pemerasan terhadap pedagang oleh pengelola Tamansari," kata Zaidan.

Menurut Zaidan apa yang dilakukan pihak pengelola memang masuk unsur pemerasan. Katanya ada 23 orang yang merasa haknya dirugikan.

Beberapa di antaranya terpaksa membayar sementara sebagian lagi menolak membayar dan kios toko mereka digembok oleh pengelola.

Sesuai surat perjanjian kesepakatan yang pernah dibuat antara para pedagang dengan pihak pengelola PT Garba General Kontraktor sebelumnya itu telah tertuang berlaku selama 1 tahun.

Namun belum setahun dari surat perjanjian yang telah ditanda tangani kedua belah pihak, pengelola menetapkan secara pihak adanya kenaikan tarif sewa kios.

Awalnya sesuai kesepakatan semula harga sewa los kios seharga Rp 500.000 perbulan. Kemudian naik menjadi Rp 750.000 dan kembali naik menjadi Rp 1 juta.

"Perjanjiannya kan berlaku 1 tahun masih ada hak pedagang, mereka tidak bayar karena dinaikan sewa sepihak dengan ancaman tidak bisa main gembok seenaknya," kata Zaidan.

Sementara pihak pedagang ditemui enggan berkomentar mengingat mereka sepenuhnya sudah mempercayakan kepada pengacara. Sehingga terkait statement di media satu pintu dari pengacara.

PA SPKT Polda Kepulauan Bangka Belitung Ipda Aryanto mengatakan pihaknya telah menerima laporan tersebut.
Selanjutnya kasus ini akan ditangani oleh Dit Krimum.

"Laporan sudah diterima selanjutnya akan ditangani oleh penyidik Dit Krimum," kata Ipda Aryanto.

(bangkapos.com/deddy marjaya)

Penulis: deddy_marjaya
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved