Ciri Hewan Kurban Stres hingga Bikin Daging Kurang Enak, Ini Kata Peneliti UGM

Panitia kurban disarankan jangan membuat hewan kurban dalam keadaan stres sebelum dipotong. Hal ini bertujuan untuk menghasilkan kualitas daging

Ciri Hewan Kurban Stres hingga Bikin Daging Kurang Enak, Ini Kata Peneliti UGM
posbelitung/suharli
Proses penyembelihan hewan kurban di halaman belakang Masjid Agung Darussalam, Manggar, pada Rabu (22/8/2018). 

BANGKAPOS.COM - Panitia kurban disarankan jangan membuat hewan kurban dalam keadaan stres sebelum dipotong. Hal ini bertujuan untuk menghasilkan kualitas daging hewan kurban tetap enak dan tidak cepat membusuk.

“Usahakan suasana jangan dibuat ramai, jika stres hewan bisa kalap dan ngamuk,” kata peneliti produk halal dari Fakultas Peternakan UGM, Hanung Danar Dono saat mengisi pelatihan penyembelihan hewan dan penanganan daging kurban yang higienis, di Fakultas Peternakan UGM, Selasa (30/7/2019).

Acara yang digelar UGM jelang Hari Raya Idul Adha ini diikuti pengurus takmir dan panitia kurban masjid musala se-DIY dan Jawa Tengah.

Dipisahkan sebelum dipotong

Selain untuk mendapatkan daging yang enak dan empuk, hewan sebaiknya dipisahkan dari rekannya sebelum dipotong dan ia tidak mencium bau amis darah.

“Hewan tidak boleh melihat rekannya dikuliti, tidak boleh melihat genanganan darah. Bau amis darah buat hewan jadi tambah stres,” ujar Hanung seperti dilansir dari laman resmi UGM.

Ia menyampaikan ciri jika hewan mulai stres yaitu mulai menggerakkan ekornya yang menandakan hewan tersebut mulai gelisah. Selain itu, ia juga menyarankan sebelum dipotong hewan tersebut dipuasakan selama kurang lebih 12 jam sehingga proses penyembelihan menjadi lebih mudah.

“Pemuasaan sangat efektif agar hewan kurban tidak agresif,” katanya.

Cara pemotongan hewan

Selain itu ia menambahkan saat penyembelihan berlangsung sebaiknya si penyembelih hewan mengusahakan agar bisa memotong tiga saluran pada leher bagian depan atau tepatnya di bawah jakun, yakni saluran nafas, saluran makanan dan pembuluh darah arteri karotis dan vena jugularis.

Ia menyarankan proses penyembelihan tersebut tidak memutus saluran sumsum tulang belakang.

“Tidak boleh putus karena kepentingan pemompaan darah agar cepat keluar, apabila terputus, darah akan banyak menumpuk sehingga daging lebih mudah membusuk,” katanya.

Sementara peneliti ilmu dan teknologi daging higienis dari Fakultas Peternakan UGM, Rusman mengatakan proses dan prosedur pemotongan hewan yang benar bisa menghasilkan daging ASUH atau Aman, Sehat, Utuh, dan Higienis.

Menurutnya, hewan yang stres saat sebelum penyembelihan akan menghasilkan daging yag kurang enak, bahkan kondisi tersebut bisa dilihat dari warna daging setelah dipotong-potong. “Warna daging agak gelap dan pucat,” katanya.

 
Editor: khamelia
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved