DPRD Bangka Tengah Setujui 3 Raperda Menjadi Perda

DPRD Kabupaten Bangka Te­ngah menggelar Rapat Paripurna Persetujuan Terhadap Tiga Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Bangka Te­ngah

DPRD Bangka Tengah Setujui 3 Raperda Menjadi Perda
IST/DPRD Bangka Tengah Setujui 3 Raperda Menjadi Perda
Rapat digelar di Ruang Rapat DPRD Bangka Tengah pada Rabu (31/7) dihadiri Bupati Bangka Tengah, Ibnu Saleh, Ketua DPRD Bangka Tengah, Algafri Rahman dan Wakil Ketua DPRD Bangka Tengah, Apri Panzupi 

DPRD Bangka Tengah Setujui 3 Raperda Menjadi Perda

DEWAN Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bangka Te­ngah menggelar Rapat Paripurna Persetujuan Terhadap Tiga Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Bangka Te­ngah.

Rapat digelar di Ruang Rapat DPRD Bangka Tengah pada Rabu (31/7) dihadiri Bupati Bangka Tengah, Ibnu Saleh, Ketua DPRD Bangka Tengah, Algafri Rahman dan Wakil Ketua DPRD Bangka Tengah, Apri Panzupi.

Hadir juga perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Kepala atau Perwakilan Lembaga di Bangka Tengah serta Anggota DPRD Bangka Tengah.

Sebelum rapat dimulai, peserta sidang menyanyikan Lagu Indonesia Raya dilanjutkan penyampaian tanggapan dari masing-masing fraksi terhadap agenda rapat.

Dalam Rapat Paripurna tersebut, DPRD Kabupaten Bangka Tengah menerima dan menyetujui Rancangan Peraturan Daerah untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah Bangka Tengah terhadap tiga rancangan yaitu:
1. Rancangan Peraturan Daerah tentang Cagar Budaya.
2. Rancangan Pe­raturan Daerah tentang Pencegahan dan Penanggulangan Terhadap Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya, dan
3. Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Pembangunan Industri Kabupaten Bangka Tengah Tahun 2019-2038.

Selanjutnya, terkait de­ngan Pelaksanaan Teknis Administrasi dan penetapan Raperda menjadi Perda akan diserahkan sepenuhnya kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka Tengah.

Ketua DPRD Bangka Tengah, Algafri Rahman dihubungi setelah rapat menyebutkan pengesahan memang harus dilakukan karena semua kegiatan di masyarakat harus dikeluarkan dengan payung hukum yang jelas sehingga dapat diaplikasikan.

Seperti halnya perda tentang narkoba, menurut Algafri, Bangka Tengah sangat serius bagaimana caranya untuk berupaya untuk memulai pencegahan dan mengatasi narkoba agar dapat dituntaskan.

“Kita juga sudah harus mulai memanfaatkan cagar budaya yang belum diperhatikan dan dimanfaatkan dengan maksimal agar dapat bermanfaat,” ujar Algafri Rahman.

Melalui pengesahan perda ini, Ketua DPRD Bangka Tengah berharap dapat bermanfaat dalam menunjang dan mensupport sektor-sektor lainnya dalam bidang cagar budaya. (adv/r3/win)

Editor: Evan
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved