Berita Pangkalpinang

Pembahasan Raperda RZWP3K Belitung dan Beltim Clear, Pangkalpinang Diskors

Pada rapat kali ini pansus sudah memiliki kesepakatan dengan pemerintah Kabupaten Belitung, dan Belitung Timur.

Pembahasan Raperda RZWP3K Belitung dan Beltim Clear, Pangkalpinang Diskors
bangkapos.com/Muhammad Rizki
Pembahasan raperda RZWP3K pada Jumat (2/8) di ruang Badan Musyawarah (Banmus) kantor DPRD Provinsi Babel. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA  - Sebelum diskors karena ketidakhadiran Wali Kota Pangkalpinang Maulana Aklil (Molen) pembahasan raperda RZWP3K pada Jumat (2/8) di ruang Badan Musyawarah (Banmus) kantor DPRD Provinsi Babel, pansus terlebih dahulu sudah membahas usulan dan masukan dari tiga kabupaten.

Ketiga kabupaten yang sudah dibahas adalah Kabupaten Belitung, Kabupaten Belitung Timur, dan Bangka Tengah. Ketua pansus RZWP3K Adet Mastur mengatakan jika pada rapat kali ini pansus sudah memiliki kesepakatan dengan pemerintah Kabupaten Belitung, dan Belitung Timur.

Adet mengatakan bahwa kedua kabupaten tersebut masih konsisten dengan ajuan dan draf berdasarkan perda yang ada sehingga, untuk kabupaten Belitung dan Belitung timur sudah dianggap clear.

"Jadi Belitung dan Belitung Timur tidak ada permasalahan, itu sudah clear," ujar Adet, Jumat (2/8) kepada bangkapos.com

Untuk Kabupaten Bangka Tengah, Adet mengatakan jika ada tiga kesimpulan yang diambil pada hari ini, sedangkan untuk kota Pangkalpinang terpaksa harus di skors dikarenankan ketidakhadiran Molen.

Ketidakhadiran Wali Kota Pangkalpinang Maulana Aklil (Molen) dalam rapat pembahasan raperda RZWP3K, Jumat (2/8) membuat ketua Pansus RZWP3K Adet Mastur menskors rapat.

"Berkenaan dengan Pangkalpinang kita tidak bisa membahas dikarenakan Wali Kota tidak hadir, dan rapat kita skors sampai waktu yang belum ditentukan," ujar Adet, Jumat (2/8) kepada wartawan.

Lagi-lagi Adet menegskan kepada kepala daerah, terkhusus kepada Walikota Pangkalpinang Molen. Untuk segera menghadiri undangan DPRD.

"Apabila Wali Kota tidak hadir jangan salahkan apabila DPRD mengambil sikap dan kebijakan di dalam raperda RZWP3K," tegas Adet.

Bukan tanpa sebab, Adet mengatakan guna pembahasan ini adalah untuk mensingkronisasi antara keinginan kepala daerah dan keinginan pansus sehingga tidak terdapat perbedaan antara keinginan kedua belah pihak.

Terpantau dari empat kepala daerah hanya dua kepala daerah yang datang, yaitu Bupati Belitung Timur, dan Bupati Bangka Tengah, sedangkan Bupati Belitung meskipun tidak hadir namun sebelumnya sudah sempat mengikuti pembahasan raperda, dan hanya Molen yang menurut Adet belum pernah sekalipun mengikuti pembahasan rapat.

Adet pun menambahkan, jika tidak ada konfirmasi apa pun dari orang nomor satu di Pangkalpinang tersebut kepada dirinya.

"Tidak ada konfirmasi apa pun, surat sudah kita layangkan, dan bupati-bupati yang lain sudah hadir semua," Pungkas Adet.

(bangkapos/Muhammad Rizki)

Penulis: Muhammad Rizki
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved