Berita Bangka Barat

Terpeleset, Remaja Asal Palembang Tewas Tenggelam di Dasar Kolong Bekas Tambang Timah

Kolong bekas tambang timah di Kampung Bukit Maya, Dusun Suntai, Desa Air Gantang, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat menelan korban

Terpeleset, Remaja Asal Palembang Tewas Tenggelam di Dasar Kolong Bekas Tambang Timah
istimewa
Korban tenggelam di kolong berhasil dievakuasi. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kolong bekas tambang timah di Kampung Bukit Maya, Dusun Suntai, Desa Air Gantang, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat menelan korban, Kamis (1/8/2019).

M. Dedi Haryanto (17) warga asal Km 5, Simpang Lima, Palembang, Sumatera Selatan ditemukan tewas terlentang di dasar kolong, Kamis siang.

Informasi yang dihimpun bangkapos.com, rekan korban yakni Rido, Hadial, dan Nicolas hendak mandi di kolong bekas tambang tak jauh dari tempat tinggalnya.

Melihat tiga rekannya hendak mandi, Dedi pun menghampiri hingga ke pinggiran kolong.

Tiba-tiba saag berada dipinggiran kolong, korban Dedi terpeleset dan masuk ke dasar kolong.

Melihat Dedi tenggelam karena tidak bisa berenang, tiga rekan korban yakni Rido, Hadial dan Nicolas langsung terjun ke kolong. Ketiganya berupaya menyelamatkan Dedi.

Ketiganya berupaya mencari keberadaan Dedi. Bahkan mereka berupaya melakukan penyelaman.

Mengetahui ada warga yang tenggelam, Rahmad warga sekitar pun berupaya membantu pencarian korban Dedi.

Sekitar satu jam pencarian, tubuh Dedi berhasil ditemukan. Saat ditemukan, tubuh Dedi dalam posisi telentang di dasar kolong yang berlumpur.

Setelah berhasil mengangkat Dedi dari dasar kolong, mereka pun membawanya ke pinggir kolong. Mereka berupaya melakukan pertolongan pertama dengan menekan dada korban Dedi.

Namun sayang, beberapa kali upaya pertolongan pertama dilakukan, Dedi tak bisa diselamatkan. Dia akhirnya diketahui sudah meninggal dunia.

Kapolsek Jebus, AKP Muhammad Saleh mendapat kabar tersebut langsung mendatangi tempat kejadian. Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

"Korban kita ketahui sudah meninggal dunia. Nyawanya tak terselamatkan karena tenggelam di dasar kolong," kata Saleh.

Dia mengimbau agar para orang tua untuk mengawasi anak-anakny. Apalagi sampai mandi di kolong bekas tambang sangat berbahaya.

" Kami menghimbau kepada Masyarakat agar lebih berhati-hati saat ingin mandi di kolong eks Timah, mengingat kolong tersebut licin dan cukup dalam " himbau Kapolsek. (Wartawan Bangka Pos / Hendra).

Penulis: Hendra
Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved