Pedagang Musiman Jelang HUT RI Menjamur di Kota Pangkalpinang

Jelang perayaan HUT Republik Indonesia ke-74, lapak jualan bendera dan umbul-umbul menjamur di ibu kota Bangka belitung, Sabtu (3/8/2019)

Pedagang Musiman Jelang HUT RI Menjamur di Kota Pangkalpinang
bangka pos/ira kurniati
Lapak jualan bendera dan umbul-umbul di simpang Biddokes 

Pedagang Musiman Jelang HUT RI Menjamur di Kota Pangkalpinang

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Jelang perayaan HUT Republik Indonesia ke-74, lapak jualan bendera dan umbul-umbul menjamur di ibu kota Bangka belitung, Sabtu (3/8/2019).

Pantauan bangkapos.com, ada lebih dari 10 titik yang tersebar, seperti di kawasan Alun-Alun Taman Merdeka hingga Jalan Theresia. Bahkan pedagang musiman ini bukan warga lokal, melainkan perantau yang sengaja mencari peruntungan di bumi serumpun sebalai.

Abdul Azis, salah seorang pedagang musiman di Simpang Biddokes (Dekat puri 56 hotel) yang ditemui bangkapos.com, mengisahkan dirinya jauh-jauh dari Kabupaten Garut, Jawa Barat, datang ke Pangkalpinang untuk menjajakan produk konveksi buatan orang tua nya.

Sejak 15 Juli lalu dia bersama rombongan tiba di Bangka dan menyebar untuk menjual bendera maupun umbul-umbul. Ada yang ke Sungailiat bahkan ke Mentok.

"Biasa nya sebulan sebelum 17 Agustus sudah jualan. Hari-hari biasa nya di sana (Garut) saya bantu orang tua untuk konveksi bendera dan umbul-umbul ini. Sebelum 17 Agustus kami menyebar jualan nya. Saya dan rombongan sengaja ke Bangka, soalnya kalau di Garut sudah banyak yang jualan, di Palembang juga. Kalau di sini sepi yang jualan begini," kata pria berusia 23 tahun ini.

Ternyata, sudah tahun keenam Azis datang ke Bangka sebagai pedagang musiman. Bahkan diakui Azis, rata-rata pedagang yang menjual pernak-pernik 17 Agustus ini dari Kabupaten Garut.

Dia pun sudah memiliki pelanggan tetap dari berbagai instansi sehingga sebelum datang ke sini, Azis menghubungi untuk menanyakan jumlah pesanan.

"Biasa nya kantor-kantor banyak pesan. Langsung pesan banyak," sambung Azis.

Setiap tahun, menurut Azis, konveksi nya memproduksi model dan inovasi terbaru sehingga dilirik pembeli. Misalnya, tahun ini produksi terbaru nya background diamond, yakni bendera merah putih berukuran panjang dengan pola menyerupai pita. Ini juga menjadi barang paling laris dibeli selain umbul-umbul berukuran kecil.

Sayangnya, menurut dia, tahun ini pembeli menurun. Biasa nya 10 hari sebelum 17 Agustus, bendera maupun umbul-umbul sudah terpasang di lingkungan perkantoran maupun sepanjang jalan.

Tetapi hingga hari ini masih belum seramai itu. Dalam sehari, dia memperoleh pemasukan berkisar Rp 1 juta. Diakuinya, kalau ramai bisa mencapai Rp 2 juta. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang bisa mencapai Rp 3 juta.

"Kalau di Garut ketika habis berjualan harus di bawa pulang semua, karena sering dicuri atau dijahilin orang. Syukur nya di Pangkalpinang enggak, meskipun ditaruh di sini juga aman," tutur nya.

Azis rencananya berjualan hingga 17 Agustus nanti. Dia membuka lapak dari pukul 06.30 hingga 20.00 WIB. Dirinya menjual barang dagangan mulai dari harga Rp 25 hingga Rp 250 ribu.

(bangkapos.com / ira kurniati)

Penulis: Ira Kurniati
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved