Berita Pangkalpinang

5000 Bibit Akan Ditanam di Bukit Mangkol karena Menjadi Sumber Air

Sebanyak 5000 bibit tanaman akan ditaman di Bukit Mangkol pada Oktober mendatang.

5000 Bibit Akan Ditanam di Bukit Mangkol karena Menjadi Sumber Air
Dokumentasi Bangka Pos
Kondisi Bukit Mangkol di Kabupaten Bangka Tengah saat ini. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Sebanyak 5000 bibit tanaman akan ditaman di Bukit Mangkol pada Oktober mendatang. Ini merupakan bagian dari peringatan bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) nasional 2019 pada 11 Oktober-13 Oktober mendatang, Kepulauan Bangka Belitung (Babel) adalah tuan rumahnya.

Penananam 5000 bibit ini dirangkum dalam kegiatan yang diberi nama "Kelekak Nusantara" yang akan dilaunching pada pelaksanaan PRB nasional nanti.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Babel Mikron Antariksa menjelaskan, Mangkol dipilih karena ia adalah sumber air bagi daerah sekitarnya, termasuk Pangkalpinang.

Mikron juga menjelaskan, satu di antara faktor yang dinilai menjadi penyebab banjir adalah rusaknya resapan air di sana.

"Dalam kacamata kami melihat Mangkol sudah banyak alih fungsinya," kata Mikron baru-baru ini.

Mikron menyebut Kabupaten Bangka Tengah juga mendukung kegiatan ini. Dinas Kehutanan Provinsi Babel disebut telah menyiapkan 5000 blok kompos untuk penanaman itu.

Masing-masing provinsi yang hadir pada peringatan bulan PRB nantinya dijadwalkan akan menanam bibit tanaman endemik asal daerahnya masing-masing. Kelekak Nusantara dipandang sebagai kearifan lokal di Babel.

Kata Mikron, Sejarahwan Bangka Ahmad Elvian mengatakan masyarakat Bangka biasa menanam pohon lalu diberi nama Kelekak untuk kehidupan keluarga dan komunitas di sekitarnya. Mangkol akan dihijaukan dengan cara seperti itu agar serapan air di sana bisa diperbaiki dan berguna tidak cepat kering saat kemarau dan tidak cepat banjir saat musim hujan.

"Sampai tujuh turunan Kelekak itu akan bermanfaat dan akan diserahkan kepada masyarakat komunal. Kaitannya dengan PRB, Kelakak Nusantara ini bagian dari upaya Babel memperbaiki serapan air di Mangkol," katanya.

Kondisi di Mangkol dan sekitarnya dinilai memprihatinkan karena telah rusak. Padalah kawasan ini dikenal sebagai satu dari sedikit sumber resapan air tanah di Pulau Bangka--yang sama sekali tak memiliki pegunungan dan hanya mengandalkan kolong sebagai sumber air baku.

Mangkol adalah sumber air bagi daerah sekitarnya. Ia adalah hulu yang dinyatakan sebagai andalan bagi aliran Pedindang dan juga mengalir ke Pangkalpinang.

Tetapi saat ini, warga di sekitar Mangkol pun sudah membeli air bersih meskipun kemarau baru berlangsung sekitar satu bulan saja.

"Yang ada air tanah itu di Mangkol, Bangka Tengah dan itu sedimentasinya luar biasa. Iya, kritis," kata Kasi Evaluasi DAS dan HL BPDAS HL Baturusa Cerucuk Taufik Aulia baru-baru ini.

(bangkapos.com / Dedy Qurniawan)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved