Breaking News:

Berita Sungailiat

Nikmati Kebun Lada Hingga Pantai, Dua Perempuan Bule Asal Austria Ini Kagumi Keindahan Alam Bangka

Petualangan Katharina Keiblinger dan Rosana Karl, Dosen sekaligus Staf Centre Research Depelovment (BOKU)

Bangkapos.com/Fery Laskari
Katharina Keiblinger, Dosen sekaligus Staf Centre Research Depelovment (BOKU), Vienna Austria. 

BANGKAPOS.COM-- Desir angin berhembus kencang. Rumpun padi pun melambai di antara kicau burung pipit di bawah awan gelap yang tak kunjung mengeluarkan tetesan. Luas sawah membentang tak jauh dari pantai seolah kurang bersahabat, menguning dan terlelap mimpi akan hadirnya hujan.

Dari kejauhan tampak kaki melangkah pasti, meniti pematang sawah.Dua sosok wanita hidung mancung berambut pirang terus berjalan. Sebuah petualangan sedang dilalui. Perjalanan berlanjut hingga memasuki kebun lada milik petani lokal, yang tampak terseok, berpacu pada terpuruknya harga.

Tak hanya menjejakkan kaki di kebun lada, namun langkah kaki, dua perempuan berambut  pirang ini ikut bertualang menikmati pantai yang ada di Sungailiat.

Mata birunya nyaris tak berkedip, menatap pesona pasir putih dan bebatuan terbentang, menjulang tinggi di ufuk timur, senja itu. Sungguh sebuah petualangan yang begitu menyenangkan bagi dua wanita ini, Katharina Keiblinger dan Rosana Karl, Dosen sekaligus Staf Centre Research Depelovment (BOKU), Vienna Austria.

"Very nice, warm water actually the beach. There are old stone ..don't the beat because nice there so same of the mountain (sangat bagus, air pantai begitu hangat. Batu tua tepi pantai agar jangan dimusnahkan karena suasananya tak ubah seperti pengunungan--red)," ungkap Kety, sapaan akrab Katharina Keiblinger, saat berada di Pantai Matras Sungailiat Bangka, Kamis (1/8/2019).

Tak hanya Pantai Matras, keduanya merasakan indahnya pemandangan lain ketika berada di Pantai BIO Dusun Airantu Desa Deniang Kecamatan Riausilip Bangka, keesokan harinya, Jumat (2/8/2019).

"Bangka has a nice view and sand beach..very-very fine to the skin (Bangka memiliki pemandangan indah dan pantai berpasir sangat bagus/halus saat tersentuh kulit -red)," puji Rosana Karl.

Keduanya seolah tak merasa lelah. Perjalanan mereka dari lokasi penelitian tanah bekas tambang tepi sawah Kelurahan Sinarjaya Jelutung Sungailiat Bangka sejak beberapa hari terakhir, terobati. Tak hanya panorama kebun rakyat yang mereka nikmati, namun juga indahnya destinasi wisata pantai hingga makanan khas daerah ini.

"Sejauh ini, potensi kekayaan alam seperti pantai dan pemandangan alam di Bangka tidak kalah dengan daerah lain. Yang terpenting adalah cara pengelolaan dan promosi harus lebih gencar sehingga dapat membuat orang tertarik dan berdarmawisata ke Kabupaten Bangka, baik turis domistik maupun luar negeri," kata Lutfi, seorang pemandu wisata di temui di lokasi yang sama, Jumat (2/8/2019).

Lurah Sinarjaya Jelutung Sungailiat, Ramdhan Usman dan Lurah Matras Sungailiat, Ridwan yang juga ikut serta mendampingi kedua warga negara asing (WNA) itu, mengaku sengaja mengajak kedua turis ini ke beberapa tempat
demi upaya promosi wisata lokal.

"Sengaja kita 'culik' WNA ini, demi promosi pariwisata lokal," tambah Ramdhan, yang saat itu datang bersama Ridwan dan Pihak Mega Tour & Travel Sungailiat Bangka. (Bangkapos.com/Fery Laskari).

Penulis: Fery Laskari
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved