Berita Sungailiat

Butuh Seminggu Hingga Sebulan Dinkes Bangka Ciptakan Banyak Aplikasi Pelayanan Kesehatan

Tidak perlu waktu lama dalam menciptakan sebuah aplikasi yang ada di Dinas Kesehataan saat ini

Butuh Seminggu Hingga Sebulan Dinkes Bangka Ciptakan Banyak Aplikasi Pelayanan Kesehatan
Bangkapos/Riki Pratama
Layanan Aplikasi Sistem, Modern, Akuntabel, Responsif, Terpadu -Perizinan Pangan Industri Rumah Tangga (SMART In- PIRT yang terpajang di kantor Dinkes Bangka, foto diambil, Senin (5/8/2019). 

BANGKAPOS.COM--Dalam menciptakan beberapa aplikasi untuk membantu pelayanan di masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka tidak memerlukan waktu lama, mereka mengklaim juga memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampu menjalankan serta membuat itu.

Kasubbag Perencanaan dan Pelaporan Dinas Kesehatan, Kabupaten Bangka, Nora Sukma Dewi mengatakan, tidak perlu waktu lama dalam menciptakan sebuah aplikasi yang ada di Dinas Kesehataan saat ini, perlu waktu satu minggu hingga satu bulan dalam menyelesaikanya.

"Tidak butuh berapa lama untuk bisa membuat sebuah aplikasi, dua minggu sampai satu bulan, tentunya dengan pembuatan Aplikasi imi, harapan kami dapat data yang akurat, realtime, jadi data saat ini juga bisa didapat, dengan data akurat kita bisa melihat masalah, secara tepat menyusun rencana perbaikan," ungkap Nora kepada wartawan, Senin (5/8/2019).

Sementara, terkait kesiapan SDM di dinas untuk mengelola aplikasi tersebut, ia mengatakan pihak Dinas memiliki sub bagian perencanaan dan memiliki tenaga kontrak yang mampu membangun aplikasi itu.

"Jadi Dinas kesehatan punya Sub bagian perencanaan pelaporan membawahi terkait dengan data informasi di dalamnya, terus kalau kesiapan, kita memiliki tenaga kontrak di Dinas, memang mampu untuk membangun aplikasi ini didukung oleh jaringan karena pembiayan berlangganan dan suport hardware ada timnya, jadi sejauh ini tidak ada masalah, termasuk Pemda juga mensuport, dan hampir semua aplikasi kita ini mendapatkan penghargaan," ungkapnya.

Sementara, terkait kendala pengelolaan aplikasi, Nora mengungkapkan tidak ada kendala berarti, namun harus sering bekerjasama antara pihak dinas dengan user pengguna aplikasi.

"Kendala lebih ke kami harus memastikan monitoring para user sesuai prosedur kami, seperti donor darah ,kalau mereka harus update, itu saja ,butuh kerjasama dan koordinasi yang baik internal dan ekternal, aktif, fungsi monitoring harus kerjasama antara dinas dan user pengguna aplikasi ini," katanya.

Disinggung jenis aplikasi apa saja yang sering banyak digunakan ia ,menjelaskan hampir semua aplikasi memiliki peran dan sering dikunjungi.

"Semuanya rutin digunakan bukan sesekali, selalu ada, seperti pengguna aplikasi yang untuk mendata ibu hamil semua ibu hamil, melihat pendonor darah, termasuk pengurusan izin pangan industri rumah tangga,"ungkapnya

Diberitakan, sebanyak enam jenis Aplikasi yang di buat oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, difungsikan untuk mendekatkan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat.

Aplikasi itu, dilaunching sejak tahun 2015 hingga yang terbaru tahun 2019 ini, meliputi aplikasi Donor darah (Si Dora), (Si Rest Cikar) Sistem Informasi Ibu hamil risiko tinggi, catat informasikan, kunjungi untuk atasi risiko, (SMS Bunda) sms edukasi untuk ibu hamil, (SI Edu) Bangka Sistem Informasi E-Posyandu.

Lalu Aplikasi Sistem, Modern, Akuntabel, Responsif, Terpadu -Perizinan Pangan Industri Rumah Tangga (SMART In- PIRT) dan PSC 119.

Kasubbag Perencanaan dan Pelaporan Dinas Kesehatan, Kabupaten Bangka, Nora Sukma Dewi, mengatakan, tujuan dari pembuatan aplikasi-aplikasi tersebut untuk mendekatkan pelayanan Dinas Kesehatan kepada masyarakat.

(Bangkapos/Riki Pratama)

Penulis: Riki Pratama
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved