Berita Sungailiat

Ibrahim: Inovasi Tanpa Sosialisasi, Bisa Jadi Pajangan dan Pencitraan

Aplikasi tersebut dilaubching sejak tahun 2015 hingga yang terbaru tahun 2019 ini

Ibrahim: Inovasi Tanpa Sosialisasi, Bisa Jadi Pajangan dan Pencitraan
Istimewa
Dosen ilmu Politik Fisip UBB, Ibrahim 

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Dosen Ilmu Politik FISIP UBB, Ibrahim, mengatakan terkait Inovasi yang digagas oleh Pemkab Bangka adalah bagian dari strategi untuk memudahkan sistem administrasi dan mekanisme pelaporan masyarakat.

"Ini adalah cara-cara kreatif untuk utilisasi teknologi agar lebih bermanfaat dan aksesibel bagi masyarakat. Prinsipnya teknologisasi ini pentinf karena eranya memang sudah demikian dekat dengan masyarakat kita. Teknologi menjadi bagian intim dalam keseharian kita," ungkap Ibrahim kepada wartawan, Senin (5/8/2019).

Hanya saja, sambungnya penting diingat bahwa inovasi harus diikuti sosialisasi dan penguatan tindak lanjut.

"Inovasi tanpa sosialisasi hanya akan jadi pajangan dan pencitraan, sementara inovasi tanpa implementasi hanya akan menghabiskan energi dan sumber daya," lanjutnya.

Sehingga, katanya pentingnya sosialisasi karena menyangkut kapasitas masyarakat untuk memahami dan akhirnya menggunakan teknologi berbasis aplikasi tersebut. Petugas harus rajin melakukan agenda turba dan simulasi.

"Di sisi lain, penting agar petugas yang menangani aplikasi bisa tertib dalam melayani agar segera ditindaklanjuti. Harus ada staf yang cekatan di balik aplikasi yang inovatif. Inovasi saya kira menjadi kata kunci keberhasilan pemerintah daerah agar tak sekedar berorientasi rutin. Mestinya, inovasi bisa dilakukan berbagai OPD agar bisa lebih membumi dan pelayanan lebih berorientasi pada kebutuhan masyarakat, utamanya masyarakat kecil dan yang tinggal di pinggiran," tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak enam jenis Aplikasi yang dibuat oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, difungsikan untuk mendekatkan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat.

Aplikasi tersebut dilaubching sejak tahun 2015 hingga yang terbaru tahun 2019 ini, meliputi aplikasi Donor darah (Si Dora), (Si Rest Cikar) Sistem Informasi Ibu hamil resiko tinggi, catat informasikan, kunjungi untuk atasi risiko, (SMS Bunda) sms edukasi untuk ibu hamil, (SI Edu) Bangka Sistem Informasi E-Posyandu.

Lalu Aplikasi Sistem, Modern, Akuntabel, Responsif, Terpadu -Perizinan Pangan Industri Rumah Tangga (SMART In- PIRT) dan PSC 119.

Kasubbag Perencanaan dan Pelaporan Dinas Kesehatan, Kabupaten Bangka, Nora Sukma Dewi, mengatakan, tujuan dari pembuatan aplikasi-aplikasi tersebut untuk mendekatkan pelayanan Dinas Kesehatan kepada masyarakat.

"Tujuan mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat kayak PSC gawat darurat orang tidak perlu cari lagi ambulan tinggal telpon mereka datang, sms bunda untuk memberikan informasi ke mereka ibu hamil tujuanya mendekatkan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang membutuhkan," jelas Nora kepada wartawan, Senin (5/8/2019). (Bangkapos/Riki Pratama)

Penulis: Riki Pratama
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved