Berita Pangkalpinang

Kisah Juhada Leman Jadikan Rumahnya ‘Sarang' Mesin Air Warga

Hampir setiap hari, rutinitas merapikan pipa dilakukan Juhada Leman. Ia tinggal di samping sumur tua berdiameter tiga meter dan kedalaman tujuh meter.

Kisah Juhada Leman Jadikan Rumahnya ‘Sarang' Mesin Air Warga
bangkapos.com/Bryan Bimantoro
Juhada Leman sedang memperbaiki pipa sumur umum di POT Kampung Opas Pangkalpinang 

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Jelang tengah hari di belakang kantor PT Timah Tbk Senin (5/8/2019) terlihat seorang pria paruh baya sedang merapikan pipa-pipa. Satu per satu, sambungan pipa ia periksa agar air yang mengalir tak merembes keluar.

Hampir setiap hari, rutinitas merapikan pipa dilakukan Juhada Leman. Ia tinggal di samping sumur tua berdiameter tiga meter dan kedalaman tujuh meter.

Dinding sumur itu ditumbuhi lumut dan tanaman merambat, menandakan sumur itu sudah ada cukup lama. Di dinding sumur pun terdapat 25 pipa air yang tersambung dengan mesin air yang tidak jauh dari sumur.

Tak hanya merapikan pipa-pipa air itu, Juhada Leman juga menyediakan tempat untuk warga memasang sakelar mesin air milik warga.

“Warga yang memasang sakelar mesin air di sini kebanyakan sudah lama. Sudah belasan dan puluhan tahun,” kata Juhada Leman yang berumur 65 tahun itu.

Juhada Leman sedang memperbaiki pipa sumur umum di POT Kampung Opas Pangkalpinang
Juhada Leman sedang memperbaiki pipa sumur umum di POT Kampung Opas Pangkalpinang (bangkapos.com/Bryan Bimantoro)

Sakelar-sakelar itulah yang berguna untuk menghidupkan mesin air yang kemudian mengaliri air ke rumah-rumah warga. Total ada 13 mesin air yang menumpang daya listrik di rumah pensiunan PT Timah Tbk itu. Warga membayar Rp 100 ribu per bulan sebagai pengganti biaya listrik. 

Juhanda mengatakan jika sumur itu awalnya dikelola oleh PT. Timah, namun seiring waktu sumur tersebut kemudian dikelola secara mandiri.

Juhada mengaku ia memperbaiki pipa itu hanya sekadar melayani kebutuhan warga sekitar. Seperti yang dirasakan Sofiati, warga di sekitar sumur itu ketika ditemui bangkapos.com.

"Pak Juhada sukarela membantu warga. Kalaupun harus bayar cuma membayar untuk membeli token listrik," cerita wanita yang biasa disapa Bu Acit ini.

Kalau warga ada yang butuh air dalam jumlah banyak, Juhada tidak segan menyalakan semua mesin airnya untuk keperluan warga itu.

"Ya semua dilakukan untuk melayani masyarakat lah," kata Juhada.

Juhada bercerita beberapa tahun lalu pemerintah juga memberi bantuan berupa mesin bor untuk menambah sumber air di sekitar wilayah itu.

"Dengan bantuan itu lumayan lah. Kalo sumur kering bisa ambil dari sumur bor itu," cerita Juhada. 

(bangkapos.com/Bryan Bimantoro)

Penulis: Maggang (mg)
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved