Berita Sungailiat

Profesi Pembuat Gambir Mulai Langka, Tak Diminati Generasi Muda

Tidak banyak orang yang berprofesi sebagai pembuat gambir. Satu diantaranya pembuat gambir yang ada di Desa Puding Besar, Kabupaten Bangka, Rosmalia

Profesi Pembuat Gambir Mulai Langka, Tak Diminati Generasi Muda
Bangkapos.com/Muhammad Nordin
Gambir yang dalam proses pengeringan 

BANGKAPOS.COM-- Tidak banyak orang yang berprofesi sebagai pembuat gambir.  Satu diantaranya pembuat gambir yang ada di Desa Puding Besar, Kabupaten Bangka, Rosmalia (56).

Menurutnya, membuat gambir dari dulu hingga sekarang hanya dikerjakan oleh orang-orang tua.

Generasi muda tidak ada yang mengerjakan pekerjaan ini, menurutnya hal tersebut disebabkan karena tak adanya dorongan dan pengerjaan masih tradisional.

"Enggak ada kayaknya orang muda yang membuat gambir, anak saya aja tidak, biasanyakan kalau orang zaman dulu pasti ada satu di antara anaknya yang mengikuti orang tuanya, tapi anak saya juga tidak," ungkap Rosmalia kepada Bangkapos.com.

Dia mengatakan, di desanya sudah ada sejak lama warga yang membuat gambir, namun secara pastinya ia sendiri tidak tahu, karena biasanya dikerjakan secara turun temurun.
Sebetulnya prosfek pembuatan gambir cukup menjanjikan, apalagi peminatnya selalu ada dan dicari masyarakat untuk berbagai keperluan.

"Sekarang harganya sekitar Rp 80 sampai Rp 85 per pack, dan sebetulnya ada orang yang minta dikirim tiap bulan, tapi kami masih belum mampu untuk mengiyakannya karena produksinya tadi tak banyak," ungkap Rosmala mengutarakan kendalanya. (Bangkapos.com/Nordin)

Penulis: Muhammad Noordin
Editor: nurhayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved