Satpol PP Bangka Tertibkan Aktivitas Tambang Ilegal Dekat Pantai Matras

Penertiban tambang timah ilegal di sepadan Pantai Matras, Sungailiat, Bangka tanpa disertai proses penyitaan alat tambang.

Satpol PP Bangka Tertibkan Aktivitas Tambang Ilegal Dekat Pantai Matras
dok bangka pos
Ilustrasi Aktivitas tambang yang berada dekat perumahan warga di Dusun Tanjung Ratu Desa Rebu Kelurahan Kenanga kabupaten Bangka. Aktivitas tambang ini, dikhawatirkan akan merobohkan pondasi rumah warga. 

Satpol PP Bangka Tertibkan Aktivitas Tambang Ilegal Dekat Pantai Matras

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Penertiban tambang timah ilegal di sepadan Pantai Matras, Sungailiat, Bangka tanpa disertai proses penyitaan alat tambang.

Tim Satpol PP hanya meminta pekerja atau pemilik tambang menghentikan aktivitas dan segera membongkar peralatan kerja.

Hal ini ditegaskan oleh Kepala Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bangka, Dalyan Amrie diwakili Kabid Perundang-Undangan, Achmad Suherman, usai razia, Senin (5/8/2019).

"Kita tidak melakukan penyitaan, tapi hanya minta dihentikan dan bongkar peralatan mesin ponton alat kerja mereka," katanya.

Tim Pol PP ketika itu mengimbau agar para penambang pindah atau mencari lokasi lain sesuai peruntukan atau ijin yang berlaku. Sedangkan sepadan Pantai Matras Sungailiat diharapkan bersih atau tidak ada lagi proses eksploitasi pengerukan timah.

"Karena aktivitas penambangan yang kita tertibkan ini sudah sangat dekat dengan Pantai Matras. Kalau air laut pasang besar dikhawatirkan masuk ke daratan," katanya.

Suherman menyesalkan kenapa para penambang seolah membandel merusak kawasan itu. Padahal Pantai Matras merupakan kebanggaan masyarakat Bangka, sejak dulu. Jika dibiarkan maka ciri khas wisata lokal akan punah.

"Sangat disayangkan ujung Pantai Matras ini banyak sekali penambangan ilegal. Padahal daerah situ potensial sektor pariwisata pantai. Kalau arah utara wisata lokasi nebak (jaring ikan) atau muket karena berbatasan dengan Pantai Airantu, Pantai Pulau Tiga, tempat nelayan tiap hari mencari ikan," sesalnya.

Sebenarnya para penambang harus berpikir positif agar tidak saling merugikan pihak lain. Penambang jangan hanya ingin mencari keuntungan pribadi, namun bakal rugi di kemudian hari.

"Kan bisa berpindah profesi lain, misal ke perkebunan, pertanian, perikanan. Sedangkan dunia pertambangan ini selalu menimbulkan konflik sosial di masyarakat, apalagi dilakukan tidak ramah lingkungan," katanya.

(bangkapos.com/ferylaskari)

Penulis: ferylaskari
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved