Soal Aliran Dana Pembuatan SP3AT, Kades Keposang : Saya Terima Baru Dua Kali

Kepala Desa Keposang (Kades), Toboali, Rakhmat Sutarman, mengaku dua kali menerima aliran dana dari Kdr, oknum Kaur Pemdes yang terjaring OTT

Soal Aliran Dana Pembuatan SP3AT, Kades Keposang : Saya Terima Baru Dua Kali
Bangka Pos / Anthoni Ramli
Kades Keposang Rakhmat saat memenuhi panggilan polisi di Mapolres Basel, Senin (5/8/2019) Bangka Pos / Anthoni Ramli 

Soal Aliran Dana Pembuatan SP3AT, Kades Keposang : Saya Terima Baru Dua Kali

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kepala Desa Keposang (Kades), Toboali, Rakhmat Sutarman, mengaku dua kali menerima aliran dana dari Kdr, oknum Kaur Pemdes yang terjaring OTT pembuatan SP3AT, belum lama ini.

Itupun, Rakhmat menyebut tidak tahu asal muasal uang yang diberikan Kdr tersebut.

Sayangnya, Rakhamt tidak pernah menanyakan asal muasal uang yang diberikan Kdr tersebut.

"Kalau yang saya terima baru dua kali, cuma memang saya tidak pernah nanya uang ini berasal dari mana, istilahnya percaya saja," ujar Rakhmat disela memenuhi panggilan pihak kepolisian di Mapolres, Kamis (5/8/2019)

Bagi Rakhamat kejadian ini menjadi teguran serta pembelajaraan pihaknya kedepan untuk berbenah dan memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

"Bagi kami ini pembelajaran, ambil hikmah nya, semoga kedepan lebih baik lagi," harapanya.

Diduga Terima Aliran Dana Pembuatam SP3AT

Kepala Desa (Kades) Keposang, Rakhmat Sutarman disebut sebut kecipratan uang Pungli kepengurusan Surat Pernyataan Pengakuan Atas Tanah (SP3AT) yang dilakukan Kdr, oknum Kaur Pemdes, yang terjaring OTT satgas pungli beberapa waktu lalu.

Kasat reskrim Polres Bangka Selatan, AKP Alberd Daniel Tampubolon, mengatakan kisaran besaran uang pungli tiap kali pembuatan SP3AT yang diterima Rakhmat sebesar Rp 100.000.

"Menurut pengakuan Kdr, kepala desa Keposang juga menerima aliran dana pembuatan SP3AT itu, besarannya seratus ribu tiap pembuatan SP3AT," ujar Alberd, Senin (5/8/2019)

Sementara, Kades Keposang Rakhmat Sutarman, tak menampik jika dirinya pernah menerima sejumlah uang dari Kdr. Namun dia menegaskan tak tahu asal muasal uang yang diberikan Kdr tersebut.

"Memang kadang adalah dikasih yang bersangkutan (kdr-red) lima puluh seratus ribu, cuma saya tidak tahu itu uang apa, jadi saya terima saja," ujar Rakhmat saat memenuhi panggilan polisi di Mapolres Basel, Senin (5/8/2019)

Penulis: Antoni Ramli
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved