Almarhum KH Maimoen Zubair Ungkap Kisah Islam Nusantara dan Pendakwah Belitung

Almarhum KH Maimoen Zubair Ungkap Kisah Islam Nusantara dan Pendakwah Belitung

Almarhum KH Maimoen Zubair Ungkap Kisah Islam Nusantara dan Pendakwah Belitung
Kompas.com
(kiri-kanan) Bakal capres PDI Perjuangan Joko Widodo bersama Wasekjen PDI Perjuangan Ahmad Basarah menemui Ketua Majelis Syariah PPP Maimun Zubair di Pondok Pesantren Al Anwar, Rembang, Jawa Tengah, Minggu (4/5/2014). 

BANGKAPOS.COM -- Almarhum Maimoen Zubair pernah berkisah mengenai pengaruh dakwah orang Islam dari Bangka dan Belitung di Jawa. Bahkan Mbah Moen mengaku buyutnya mengaji di Belitung.

Hal ini terungkap dari tulisan yang dirilis oleh nu-online berjudul 'Mbah Moen: Islam Sarang dari Belitung, Bukan dari Demak'.

Dalam tulisan itu, Mustasyar PBNU KH Maimoen Zubair menceritakan bahwa Islamnya orang sarang berasal dari dakwahnya orang Belitung dan Bangka, bukan oleh para wali dari Demak.

Kiai berusia 89 tahun itu mengatakan demikian saat sambutan selaku tuan rumah pada Silaturahim Nasional Alim Ulama Nusantara yang diadakan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di pondok pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, Jawa Tengah.

Sejarahnya, kata dia, ketika Kubilai Khan menguasai Kerajaan China dan mengirim pasukan ekpedisi ke Jawa, prajuritnya dipotong telinganya oleh Raja Singosari Kertanegara.

Kemudian ketika Pasukan Tartar dikirim untuk menyerang Raja Jawa itu, Singosari telah tiad dan diganti Kerajaan Majapahit.

Pasukan dari China itu dikalahkan oleh Majapahit sehingga banyak yang berlarian ke berbagai daerah dan ada yang kembali ke negeri asal.

Namun, ungkap Mbah Moen, sebagian pasukan Kubilai Khan itu ada yang muslim.

Dan Prajurit muslim itu setelah lari dari Majapahit lantas menetap di Bangka dan Belitung.

 BACA SELENGKAPNYA DI SINI >>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Artikel ini berasal dari laman NU Online berjudul Mbah Moen: Islam Sarang dari Belitung, Bukan dari Demak dan Profil Ahwa: KH Maimun Zubair, Figur Faqih dan Muharrik

Editor: teddymalaka
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved