Berita Sungailiat

Rizal Pembunuh Domi Kupang Divonis Delapan Tahun Penjara, Besok Batas Terakhir Banding

Tersangka pelaku pembunuhan tersebut ternyata Rizal (40), seorang buruh pabrik bata di Desa Balunijuk

Rizal Pembunuh Domi Kupang Divonis Delapan Tahun Penjara, Besok Batas Terakhir Banding
IST/Polres Bangka
Penangkapan pelaku pembunuhan Domi Kupang, Rizal oleh Tim Satreskrim dan Polsek Merawang, Sabtu (23/2/2019). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA --  Rizal akhirnya diganjar vonis delapan tahun penjara. Putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat Bangka menyatakan terdakwa terbukti melakukan pembunuhan, melanggar Pasal 338 KUHP. Namun putusan itu belum inkrah karena terdakwa masih memiliki waktu  satu hari lagi untuk menyatakan banding.

Ketua Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat, Fatimah diwakili Humas Pengadilan, R Narendra Mohni kepada bangkapos.com Selasa (6/8/2019) mengakui putusan ini belum memiliki  kekuatan hukum tetap.

"Karena besok (Rabu) merupakan  (batas) terakhir jika (terdakwa) ada yang mau ajukan upaya hukum (banding)," katanya.

Sementara itu, putusan atau vonis delapan tahun penjara dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim, Dewi Sulistiarini, didampingi dua orang hakim anggota, yaitu Imelda Lolita sihite dan Derit Werdiningsih.

Putusan dibacakan di hadapan terdakwa dan juga Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Bangka, Pengki Indra.

"Vonis delapan tahun penjara dibacakan majelis hakim, pada Tanggal 30 Juli 2019 lalu," katanya.

Seperti diketahui, Domi Kupang ditemukan bersimbah darah di tempat indekosnya di Desa Balunijuk, Kecamatan, Merawang, Kabupaten Bangka, Jumat (22/2/2019) malam.

Pihak kepolisian menyebut, korban sepertinya sempat melawan sebelum meninggal dunia. Tersangka pelaku pembunuhan tersebut ternyata Rizal (40), seorang buruh pabrik bata di Desa Balunijuk. Keduanya saling kenal karena korban adalah pengawas di pabrik bata yang dimaksud.

Setelah sempat kabur dan sembunyi di dalam hutan Desa Balunijuk usai menghabisi nyawa Domi, Jumat malam, Rizal akhirnya diamankan polisi keesokan harinya, Sabtu (23/2/2019) pagi. 

Saat dihadirkan di kantor Polres Bangka dalam jumpa pers, usai penangkapan, tersangka mengaku membunuh korban karena kalap. Perantau asal Sumatera Selatan yang menetap di Desa Balunijuk itu, mengaku sakit hati karena istrinya dilecehkan oleh korban.

"Taroklah saya cemburu. Gimana ya, masa istri aku mau dikasih uang dua ratus (ribu rupiah) satu kali maen. Istri aku ngomong kayak gitu sama aku," kata Rizal kepada wartawan di kantor Polres Bangka, ketika itu.

(bangkapos.com/Fery Laskari)

Penulis: ferylaskari
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved