Berita Sungailiat

Saat Sidang Oknum Guru SMPN Sungailiat Minta Bebas, Bantah Cabuli Murid

Tenaga pendidik itu menjalani proses sidang atas dakwaan sebagai pelaku pencabulan muridnya sendiri, sebut saja nama korban Bunga (12)

Saat Sidang Oknum Guru SMPN Sungailiat Minta Bebas, Bantah Cabuli Murid
Kompas Regional
Ilustrasi pemerkosaan 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sidang perkara asusila oknum guru, terdakwa Uud Apriliansyah alias Uud digelar tertutup untuk umum di Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat Bangka, Selasa (6/8/2019). Sidang beragenda pembelaan (Pledoi) itu berjalan lancar dan rencananya dilanjutkan pekan depan, agenda tanggapan jaksa penuntut umum (JPU) di pengadilan yang sama.

Sidang perkara ini dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim PN Sungailiat, Oloan Exodus Hutabarat. Sedangkan Terdakwa Uud Apriliansyah didampingi Penasihat Hukum (PH), Ahmad dan Kholiyarsyah. Bertindak selaku JPU, Mario Marco dari Kantor Kejari Bangka.

Usai sidang Ketua PN Sungailiat Bangka, Fatimah diwakili Humas PN, R Narendra Mohni, Selasa (6/8/2019) menjelaskan inti pembelaan terdakwa yang dibacakan oleh penasihat hukumnya.

"Inti pembelaan terdakwa melalui penasihat hukumnya bahwa menurut PH, bahwa terdakwa tidak terbukti melakukan tindakan sebagaimana yang didakwakan (diduga) penuntut umum. Sehingga PH mohon agar terdakwa dibebaskan," kata Narendra mengutip inti pledoi terdakwa dalam sidang tertutup.  

Tak hanya itu saat sidang agenda pledoi, Selasa (6/8/2019), terdakwa melalui PH meminta hakim mengeluarkan putusan pemulihan nama baik.

"Serta mengembalikan nama baik dan harkat martabat terdakwa," tambah Narendra. 

Sementara itu, sidang ditutup dan rencananya digelar kembali pekan depan. Agenda yang telah ditetapkan pada agenda selanjutnya berupa tanggapan jaksa penuntut umum (JPU), terkait isi pembelaan terdakwa.

"Acara berikutnya Hari Selasa, pekan depan tanggal 13 (Agustus 2019), agenda acara tanggapan JPU terhadap pembelaan PH," kata Narendra memasikan usai sidang terdakwa langsung dititipkan kembali ke Lapas Bukitsemut Sungailiat karena statusnya tahanan rutan ditetapkan hakim.

Sebelumnya dilansir oleh bangkapos.com,  Terdakwa Uud Apriliansyah alias Uud (30), oknum guru honor di sebuah SMPN di Sungailiat Bangka, Senin (8/7/2019) diadili di Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat.

Tenaga pendidik itu menjalani proses sidang atas dakwaan sebagai pelaku pencabulan muridnya sendiri, sebut saja nama korban Bunga (12)

Sidang perkara asusila ini berlangsung tertutup dan sudah digelar beberapa kali sejak bulan lalu. Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum Kejari Bangka beberapa pekan silam di persidangan disebutkan, Terdakwa Uud Apriliansyah diduga telah melakukan perbuatan cabul pada seorang murid perempuan. Perbuatan itu diduga terjadi pada Februari 2019.

Dalam dakwaan JPU di persidangan juga disebutkan, Terdakwa Uud Apriliansyah sebelumnya telah menjalani proses penahanan di ruang tahanan Mapolres Bangka.

Penahanan berlanjut pada status sebagai tahanan jaksa yang dititipkan pada Lapas Bukitsemut Sungailiat hingga proses sidang bergulir di PN Sungailiat.

"Pada sidang pekan sebelumnya, surat tuntutan sudah dibacakan oleh JPU. Tuntutannya yaitu  
12 tahun pidana penjara, denda Rp 60 Juta,  subsider tiga bulan kurungan, ditujukan kepada terdakwa, karena JPU yakin bahwa terdakwa terbukti bersalah," tambah Narendra, mengutip isi tuntutan JPU, sebelumnya.

(bangkapos.com/Fery Laskari)

Penulis: ferylaskari
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved