Berita Sungailiat

Selama Januari Hingga Juni, 27 Titik Kebakaran dan Hanguskan 52 Hektar Lahan di Kabupaten Bangka

Sebanyak 27 titik lokasi kebakaran hutan dan lahan (kahutla) telah terjadi sepanjang Januari hingga Juni tahun 2019 ini.

Selama Januari Hingga Juni, 27 Titik Kebakaran dan Hanguskan 52 Hektar Lahan di Kabupaten Bangka
Bangkapos.com/Riki Pratama
Kabid Penanggulangan Bencana dan Kebakaran Sat Pol PP Bangka, Ahmad Fauzi 

BANGKAPOS.COM-- Berdasarkan data Bagian Penanggulangan Bencana dan Kabakaran Sat Pol PP Kabupaten Bangka terjadi sebanyak 27 titik lokasi kebakaran hutan dan lahan (kahutla) telah terjadi sepanjang Januari hingga Juni tahun 2019 ini. 

"Sebanyak 27 titik lokasi kejadian kebakaran hutan dengan luas lahan 52 hektar dari bulan Januari hingga Juli,"ungkap Kepala Kantor Satpol PP Bangka, Dalyan Amrie diwakili Kabid Penanggulangan Bencana dan Kebakaran Sat Pol PP Bangka, Fauzi, kepada wartawan, Selasa (6/8/2019)

Namun sayangnya menurut Fauzi, dari kebakaran tersebut anggota sat pol pp tidak ada satupun menemukan pelaku yang melakukan pembakaran kahutla.

"Ada yang sengaja membakar, atau iseng kita belum menemukanya. Namun kawasan yang banyak terbakar yaitu hutan dekat pemukiman penduduk, dan ada di kawasan lintas timur, Kelurahan Matras, termasuk di lokasi pembakaran batu, orang yang ingin mengambil batu di bakar, setelah itu dibiarkan sehingga api menjalar membakar lahan," ungkap Fauzi.

Dengan banyaknya terjadi kebakaran hutan dan lahan saat ini, Fauzi mengatakan pihaknya akan terus berupaya memadamkan serta mengimbau ke masyarakat agar tidak membakar hutan atau lahan sembarangan.

"Kami terus ke lapangan membantu warga bersama anggota TNI-Polri untuk memadamkan, dan mengharapkan kesadaran masyarakat sekarang musim kemarau, beberapa wilayah mulai kering otomatis adanya cuaca seperti ini membuat sumber panas dan lahan akan mudah terbakar," ingat Fauzi.

Selama kejadian kebakaran terjadi, diakuinya, tidak ada korban jiwa hanya sata kerugian material berupa tumbuhan yang hidup diwilayah tersebut banyak mati karena di lahap si jago merah.

"Material tanam tumbuh hangus terbakar, pihak berwajib mencari tahu asal muasal api, sumbernya dari mana tidak ketemu terus. Kalau ada unsur kelalaian sengaja iseng membakar kawasan hutan ada sanksi hukum terkena tindak pidana ada aturan undang undang yang mengatur," jelas Fauzi.

Sementara bagaimana pencegahan dan pengendalian pihaknya tetap melaksanakan penyiapan personil dan terus berkordinasi dengan unsur dari Dinas kehutanan TNI-Polri, serta menghimbau masyarakat untuk tidak membakar hutan dan lahan.             (Bangkapos.com/Riki Pratama)

Penulis: Riki Pratama
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved