Berita Pangkalpinang

Cerita Sugeng Terpaksa Jual Murah Lada Rp 49 Ribu per Kilogram untuk Penuhi Kebutuhan Hidup

Sugeng mengaku terpaksa menjual hasil panen lada kebun sahangnya meskipun harga lada saat ini hanya Rp 49.000 per kg

Cerita Sugeng Terpaksa Jual Murah Lada Rp 49 Ribu per Kilogram untuk Penuhi Kebutuhan Hidup
bangkapos.com/Edwardi
Sugeng sedang menjual ladanya kepada pedagang pengepul. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA  -- Petani lada asal Desa Beruas Kabupaten Bangka Tengah, Sugeng mengaku terpaksa menjual hasil panen lada kebun sahangnya meskipun harga lada saat ini murah hanya Rp 49.000 per kg karena untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

"Terpaksalah pak harus kita jual ladanya, karena tuntutan kebutuhan hidup. Kalau tidak kita jual kita mau makan apa, apalagi sebentar lagi akan lebaran haji, istri kita mau belanja," kata Sugeng yang temui bangkapos.com, Rabu (07/08/2019) saat menjual ladanya di pedagang pengepul.

Sugeng mengaku memiliki sahang sekitar 1.000 lebih batang di kebunnya. Kebun sahang ini sudah ditanamnya beberapa tahun lalu dan sudah panen beberapa kali.

"Saat panen pertama dulu kebun saya bisa menghasilkan sekitar 1.000 lebih kg lada tetapi saat ini hasil panen terus menurun karena pohon sahang banyak yang mati karena terserang penyakit kuning," ujar Sugeng.

Hasil panen lada tahun ini di kebunnya saat ini hanya sekitar 600-700 kg saja, karena pohonnya sudah mulai tidak produktif.

"Dengan harga lada yang murah saat ini hanya Rp 49.000 per kg sangat merugikan petani, karena tidak sesuai dengan biaya perawatan untuk membeli pupuk dan lainnya. Tetapi mau tidak mau karena hanya itulah pekerjaan kita jadi dijalani saja," imbuhnya.

Sugeng berharap ke depan, harga lada ini bisa membaik kembali hingga mencapai di atas Rp 100.000 an, paling tidak bisa diseimbangkan dengan biaya perawatan atau biaya produksi.

"Kalau kami petani kecil ini lebih senang jual ke pedagang pengepul seperti ini saja, tidak perlu jual ke resi gudang, hanya saja kita berharap harga lada bisa lebih tinggi lagi," harapnya.

Lada Babel
Lada Babel (bangkapos.com/Edwardi)

Pedagang dan pengepul lada, di Jalan Soekarno Hatta Pangkalpinang, Asen mengatakan murahnya harga lada putih di tingkat petani yang hanya Rp 48.500- Rp 50.000 per kg disebabkan stok lada dunia sedang surplus (berlebihan).

"Lada putih ini bukan hanya dari kita di Pulau Bangka saja yang mengekspornya, tetapi juga dari negara Vietnam, Kamboja, Laos, dan Birma juga termasuk negara pengekspor lada di dunia. Saat ini stok lada dunia banjir karena dipasok petani dari negara-negara ini," kata Asen, Rabu (07/08/2019) di tokonya.

Halaman
12
Penulis: edwardi
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved