Berita Bangka Barat

Tuntutan Penista Agama Ditunda Bikin Masyarakat Kecewa

Penundaan pembacaan tuntutan ini membuat masyarakat yang memantau proses persidangan di PN Muntok, kecewa

Tuntutan Penista Agama Ditunda Bikin Masyarakat Kecewa
Dokumen Bangka Pos
Sidang perkara penistaan agama dengan terdakwa Daud Rafles di PN Muntok, Rabu (7/8/2019). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Tuntutan hukum kepada Daud Rafles, terdakwa perkara ditunda oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Muntok, Rabu (7/8/2019).

Penundaan pembacaan tuntutan ini membuat masyarakat yang memantau proses persidangan di PN Muntok, kecewa.

Hamdi kepada bangkapos.com, di PN Muntok mengatakan perkara ini menjadi perhatian masyarakat umum terkait penistaan terhadap agama.

"Kita kecewa adanya penundaaan ini. Meski begitu kami tetap menghormati proses hukum yang ada," ujar Hamdi.

Sementara itu, JPU dari Kejaksaan Negeri Bangka Barat, Hendra mengatakan mereka minta majelis hakim agar sidang pembacaan tuntutan terhadap terdakwa Daud ditunda.

"Karena tuntutannya belum siap kita minta majelis hakim menunda sidang agenda tuntutan ini," ujar Hendra.

Ketua PN Muntok, Golom Silitonga yang juga selaku Ketua Majelis Hakim sidang mengatakan sidang akan dilanjutkan pada tanggal 20 Agustus nanti.

"Tuntutan JPU belum siap jadi kita tunda sampai tanggal 20 Agustua nanti," kata Golom.

Terdakwa Daud tampak hadir ke persidangan mengenakan kemeja warna coklat dan celana katun warna hitam.

Sejumlah aparat kepolisian tampak berjaga baik di dalam ruang persidangan maupun di luar ruang sidang.

Sidang dipimpin Majelia Hakim, Golom Silitonga didampingi 2 anggota Erica Mardelina dan Listyo Arif Budiman. Sidang hanya berlangsung sekitar 5 menit

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hendra kepada bangkapos.com mengatakan mereka meminta agar agenda pembacaan tuntutan ditunda. Hal ini dikarenakan tuntutannya belum siap.

"Kita belum siap membacakan tuntutannya karena belum turun dari Kejati Babel," ujar Hendra.

(bangkapos.com/ Hendra)

Penulis: Hendra
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved