Media Malaysia Soroti Kabut Asap, Mereka Menulis Presiden Jokowi Malu Gara-gara Kondisi Ini

Media Malaysia Soroti Kabut Asap, Mereka Menulis Presiden Jokowi Malu Gara-gara Kondisi Ini

Media Malaysia Soroti Kabut Asap, Mereka Menulis Presiden Jokowi Malu Gara-gara Kondisi Ini
Instagram @Jokowi
Presiden Jokowi 

Menurut pembaruan oleh Pusat Meteorologi Khusus Asean (ASMC) Asean, wilayah selatan ASEAN diperkirakan akan melihat peningkatan kegiatan hotspot.

“Di wilayah Asean selatan, kondisi kering diperkirakan akan bertahan dan peningkatan kegiatan hotspot dapat diharapkan.

"Angin yang bertiup di wilayah Asean selatan diperkirakan akan bertiup dari tenggara atau selatan," katanya dalam sebuah pembaruan di situsnya kemarin.

Pemeriksaan pada situs web Indeks Pencemar Udara (API) situs web Departemen Lingkungan Hidup menunjukkan bahwa semua stasiun di Malaysia digolongkan sebagai "sedang", kecuali untuk dua stasiun.

Stasiun Indera Mahkota, Kuantan mencatat tingkat API "tidak sehat" hingga 110 kemarin sementara Bintulu, Sarawak mencatat hotspot hingga 106.

Jumlah hotspot dari 51 hingga 100 diklasifikasikan sebagai "sedang", Jumlah hotspot di atas 100 dianggap "tidak sehat" dan di atas 200 adalah "sangat tidak sehat".

Direktur Global Environment Center (GEC) Faizal Parish mengatakan kebakaran di Sumatra terjadi di lahan gambut terdegradasi yang dipengaruhi oleh musim kemarau saat ini.

“Sumber api skala kecil untuk membuka lahan untuk pertanian dan perkebunan meningkatkan risiko kebakaran di daerah lahan gambut yang berdekatan,” tambahnya.

GEC bekerja dengan pemerintah Malaysia untuk mencegah kebakaran di lahan gambut, dan juga memberikan saran kepada pemerintah Indonesia tentang pencegahan dan pengendalian kebakaran. (thestar.com.my)

Editor: teddymalaka
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved