Berita Sungailiat

Penyebab Pencemaran Sungai Masih Misteri, DLH Ambil Sampel Air

DLH Kabupaten Bangka telah mengambil sampel air sungai sebanyak satu jerigen ukuran lima liter.

Penyebab Pencemaran Sungai Masih Misteri, DLH Ambil Sampel Air
Bangkapos.com/Riki Pratama
Kepala Bidang Pengendalian Dampak Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup, Pemkab Bangka, Insyira Subagia 

BANGKAPOS.COM-- Kepala Bidang Pengendalian Dampak Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup, Pemkab Bangka, Insyira Subagia, mengatakan pihaknya telah mengambil sampel air sungai sebanyak satu jerigen ukuran lima liter.

Pengambilan sampel tersebut dilakukan karena adanya laporan terkait pencemaran aliran sungai dari Desa Payak Benua ke Desa Labu dan juga di Desa Zed yang menemukan banyak ikan mati

"Ada laporan dari pihak Kecamatan kepada kepala dinas kami, kami dari lingkungan hidup langsung menindak lanjuti dengan pergi ke lokasi yang terkena dampak pencemaran tersebut,"ungkap Insyira kepada Bangkapos.com, Kamis (8/8/2019).

Namun mereka juga belum bisa menyimpulkan apa penyebab tercemarnya air sungai. Selain itu menurut Insyira, tidak semua aliran tercemar ada beberapa titik aliran sungai saja, yang terdapat banyak ikan mati.

"Dalam hal ini setelah kami cek memang ada, kami melihat cukup banyak ikan mati, kami lihat hanya setumpuk titik itu banyak mati, kami tidak tahu penyebabnya, karena tidak bisa langsung menuduh siapa, apa itu masyarakat atau perusahaan," jelas Insyira.

Namun ia, menambahkan pihaknya telah mengirimkan sampel tersebut Laboratorium Lingkungan Hidup Provinsi Bangka Belitung, agar dalam waktu 15 hari kedepan akan muncul hasilnya dan bisa disimpulkan penyebabnya.

"Kami akan menyampaikan hasilnya setelah tes dari laboratorium keluar, sesuaikan dengan PP 82 tentang mutu sungai kelas dua, jadi setelah hasil lab keluar baru tahu penyebab pencemaran karena aliran limbah dari perusahaan atau dari masyarakat mencari ikan dengan menggunakan racun disana, sehingga ada zat kimia, nanti kita tunggu hasilnya," tegasnya.

Ia menambahkan, bila sudah keluar hasilnya nanti, barulah mereka akan melakukan evaluasi serta upaya seperti bila itu disebabkan masyarakat makan akan diserahkan ke pihak Kecamatan sementara bila akibat limbah perusahaan pihak dinas sendiri yang akan melakukan teguran.

"Bila hasilnya selesai dan kita tahu penyebabnya, bila dari masyarakat kami serahkan ke pihak kecamatan untuk menindaklanjuti seperti apa, namun bila itu dari limbah perusahaan kita akan tegur dan menindaklanjuti pencemaran tersebut," kata Insyira. (Bangkapos.com/Riki Pratama)

Penulis: Riki Pratama
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved