Berita Bangka Tengah

Petani Keluhkan Harga Lada yang Anjlok, Lebih Pilih Tampung Daripada Jual Rugi

Dedi mengaku tak mau menjual lada miliknya karena harga jual tahun ini sangat murah meskipun tahun ini dirinya memiliki hasil panen yang cukup banyak

Petani Keluhkan Harga Lada yang Anjlok, Lebih Pilih Tampung Daripada Jual Rugi
bangkapos.com/Jhoni Kurniawan
Seorang Petani Lada Ketika Menjemur Lada Miliknya di Halaman Rumahnya 

BANGKAPOS.COM, BANGKA  - Seorang Petani Lada asal Kelurahan Arung Dalam mengaku mengeluh akibat harga lada yang tak pernah kunjung menyenangkan hati petani lada.

Kepada bangkapos.com Dedi mengaku tak mau menjual lada miliknya karena harga jual tahun ini sangatlah murah meskipun tahun ini dirinya memiliki hasil panen yang cukup banyak

"Belum ada rencana untuk menjual sahang karena harga tahun ini murah sekali, hanya Rp 48.000,- per kilogram", ujar Dedi ketika ditemui di kediamannya.

Meskipun biaya hidup saat ini cukup mahal, Dedi menyebutkan dirinya tetap tak tertarik untuk menjual lada miliknya. Lagi-lagi harga sahang yang anjlok menurutnya menjadi penyebab dirinya tak mau menjual.

"Sayang pak kalau dijual murah karena ini panennya tahunan dan pekerjaannya juga tidak murah, jadi saat ini belum dulu lah", ujarnya sembari menjemur lada miliknya

Ketika ditanyai bagaimana untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari jika tak menjual hasil panen, Dedi menyebutkan dirinya bersama istrinya hanya mengandalkan dari upah pekerjaannya saat ini sebagai buruh harian dan upah istrinya sebagai pegawai sebuah perusahaan swasta.

Dirinya berharap dapat menemukan keajaiban kenaikan harga lada yang cukup membuatnya tertarik untuk menjual lada miliknya yang disebutkannya seperti harga lada beberapa tahun lalu yang mencapai angka ratusan ribu per kilogramnya.

(bangkapos.com/Jhoni Kurniawan)

Penulis: Jhoni Kurniawan
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved