Berita Pangkalpinang

Stok Kebutuhan Pokok Aman, Hanya Permintaan yang Berkurang

Stok bahan pokok menjelang lebaran Iduladha dipastikan aman. Tim turun langsung ke sejumlah lokasi

Stok Kebutuhan Pokok Aman, Hanya Permintaan yang Berkurang
Bangkapos/irakurniati
Monitoring di gudang sembako Ko Akiong, Kamis (8/8/2019) 

BANGKAPOS.COM - Setelah melakukan monitoring ke sejumlah distributor bahan kebutuhan pokok, TPID Pangkalpinang (tim pengendali inflasi daerah) menyatakan, stok bahan pokok menjelang lebaran Iduladha dipastikan aman. Tim turun langsung ke sejumlah lokasi, pada Kamis (8/8/2019).

Lokasi pertama yang didatangi yakni gudamg sembako CV Gina Purnama milik Ko akiong, menjual berbagai macam merk beras dalam berbagai ukuran.

Menurut Ko Akiong, stok beras hingga beberapa bulan kedepan masih aman. Hanya saja ada penurunan pembeli sekitar setahun terakhir. Sayangnya, Ko Akiong tidak mengetahui turunnya daya beli beras tersebut.

Lanjut ke distributor holtikultura milik Haji Awi. Bumbu dapur seperti bawang merah dan bawang putih memiliki stok melimpah dan cukup untuk memenuhi kebutuhan jelang lebaran Iduladha yang jatuh pada 11 Agustus mendatang. Hanya saja untuk komoditi cabai merah mengalami kenaikan harga dan stok yang dimiliki tidak terlalu banyak.

"Sekitar tiga hari lalu naik, karena kapal kan tidak berangkat. Jadi tertunda untuk pengiriman ke sini. Tapi biasanya tidak berlangsung lama kok kenaikan ini," ujar Haji Awi.

Ketua TPID Pangkalpinang, Radmida Dawam , menyatakan, dari hasil monitoring dipastikan stok bahan pokok aman. Mengenai harga relatif stabil, hanya pada komoditi cabai yang mengalami kenaikan, namun diperkirakan tidak berlangsung dalam waktu yang cukup panjang.

"Untuk hewan kurban juga stok nya cukup, semuanya relatif aman," kata Radmida.

Sementara, ketua Badan Pusat Statistik Pangkalpinang, Ahmad Thamrin, menyatakan, stok bahan pokok memang dalam keadaan stabil dan aman. Hanya saja permintaan dan daya beli yang berkurang. Dia memprediksi hal ini bisa terjadi deflasi kembali.

"Stoknya banyak cuma permintaan berkurang, prediksi nya bisa deflasi lagi," kata Thamrin.

Empat lokasi yang dipantau oleh TPID diantaranya gudang sembako, distributor bumbu dapur, pemasok hewan kurban dan ayam.

TPID Pangkalpinang terdiri dari pemerintah kota Pangkalpinang, Badan Pusat Statistik, kepolisian, sektor pelabuhan dan stakehilder lainnya.

(Bangkapos.com / irakurniati)

Penulis: Ira Kurniati
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved