Berita Sungailiat

Tak Hanya Dituntut Delapan Tahun Penjara, Jumahir Juga Didenda Rp 200 Juta

Terdakwa diadili dalam perkara pencabulan menimpa adik iparnya sendiri di Belinyu, beberapa waktu lalu.

Tak Hanya Dituntut Delapan Tahun Penjara, Jumahir Juga Didenda Rp 200 Juta
Kompas Regional
Ilustrasi pemerkosaan 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Tak hanya dituntut pidana delapan tahun penjara namun Jumahir alias Ma'i diharuskan membayar denda Rp 200 Juta.

"Kami yakin terdakwa Jumahir alias Ma'i melanggar Pasal 82 Ayat 2 Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang- Undang Nomor 1 Tahun 2016," kata Kepala Kantor Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Belinyu Bangka, Dede MY usai pembacaan surat tuntutan pada terdakwa di Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat, Kamis (8/8/2019).

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 yang dimaksud kata Dede merupakan perubahan kedua Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi Undang Undang Jo Pasal 76E Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002.

"Yaitu tentang perlindungan anak seperti tercantum dalam dakwaan primer penuntut umum," katanya.

Selain menuntut terdakwa Jumahir alias Ma"i pada hukuman penjara selama delapan tahun, jaksa juga meminta pria itu membayar denda. 

"Kita juga menjatuhkan denda Rp 200 Juta, subsider tiga bulan, perintah tetap ditahan," kata Dede menyebut, tuntutan itu akan diputuskan Majelis Hakim PN Sungailiat, pada agenda sidanh berikutnya, setelah pledoi terdakwa, nanti.

Sebelumnya disebutkan, Jumahir alias Ma'i diadili. Pria dewasa asal Kecamatan Belinyu Bangka itu dituntut delapan tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kantor Cabjari Belinyu Bangka, Kamis (8/8/2019).

Terdakwa diadili dalam perkara pencabulan menimpa adik iparnya sendiri di Belinyu, beberapa waktu lalu. Saat itu, adik ipar atau korban usia sembilan tahun sidang liburan menginap di rumah terdakwa pelaku. Saat itulah, terdakwa melakukan tindak asusila.

Sidang kemudian digelar di Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat Bangka. Agenda kali ini, Kamis (8/8/2019),  pembacaan surat tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum Cabkljari Belinyu. Surat tuntutan dibacakan di hadapan terdakwa dan Majelis Hakim PN Sungailiat dipimpin Ketua Majelis Fatimah.

"Surat tuntutan sudah kita bacakan. Intinya kita selaku penuntut umum yakin bahwa Tedakwa Jumahir alias Ma'i secara sah dan meyakinkan bersalah. Sehingga kemudian terdakwa kita tuntut pidana delapan tahun penjara," kata Kepala Kantor Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Belinyu Bangka, Dede MY dikonfirmasi usai sidang tertutup di PN Sungailiat, Kamis (8/8/2019).

(bangkapos.com/Fery Laskari)

Penulis: ferylaskari
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved