Berita Sungailiat

Warga Bawa Pulang Ikan Mati di Sungai Jeruk, Camat Puding Besar Imbau Warga Jangan Makan Berlebihan

Saat tahu banyak ikan dan udang mati mengapung di aliran anak Sungai Jeruk, sejumlah warga berbondong-bondong datangi bak sedang panen raya

Warga Bawa Pulang Ikan Mati di Sungai Jeruk, Camat Puding Besar Imbau Warga Jangan Makan Berlebihan
Dokumen Bangka Pos
Banyaknya ikan mati secara tiba-tiba di aliran sungai Jeruk, Desa Zed, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka, foto diambil, Kamis (8/8/2019) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Saat tahu banyak ikan dan udang mati mengapung di aliran anak Sungai Jeruk, sejumlah warga berbondong-bondong datangi bak sedang panen raya.

Ikan dan udang itu mereka kumpulkan menggunakan alat yang dinamakan tanggok. Hasilnya, mereka bawa pulang untuk disantap di rumah. Namun tak sedikit warga yang takut mengkonsumsi ikan yang belum diketahui penyebab kematiannya itu.

Berikut kisah Camat Puding Besar, Ismir R kepada bangkapos.com setelah melakukan penyelidikan bersama Kapolsek Puding Besar Bangka, Iptu Abu Yazid sejak beberapa hari lalu hingga Kamis (8/8/2019).

"Saya bersama Kapolsek turun bareng ke lokasi sejak Hari Senin hingga Hari ini (Kamis)," kata Ismir.

Saat tiba di berbagai titik aliran anak Sungai Jeruk di Kecamatan Puding Besar, Ismir dan Kapolsek bertemu dengan sejumlah warga dari berbagai desa.

"Saat tahu banyak ikan mabuk dan mati di sungai, banyak pula warga yang datang nanggok ikan (mengumpulkan ikan menggunakan alat yang dinamakan tanggok). Sejumlah warga bawa pulang ikan untuk dijadikan lauk, namun ada pula warga yang ragu mengkonsumsinya," kata Ismir.

Sejak beberapa hari terakhir, Ismir belum mendengar efek negatif warga yang mengkonsumsi ikan yang dimaksud.

"Alhamdulilah tidak terjadi hal yang negatif (setelah makan ikan itu). Yang jelas kami memberikan edukasi kepada masyarakat ketika bertemu di sungai agar tidak berlebihan mengkonsumsi ikan ini. Warga juga diharapkan jangan berlebihan menduga-duga soal penyebab kematian ikan di sungai," imbau Ismir.

Sementara itu, berbagai dugaan berkembang di masyarakat terkait kematian ikan dan udang di sungai ini. Ada yang menduga ikan mati karena sengaja diracun menggunakan racun putas atau racun tube (istilah lokal).

Namun ada juga yang menduga kematian ikan dan udang karena pembuangan limbah pabrik, misal pabrik CPO atau pabrik lainnya ke sungai sehingga ikan dan udang mati. Namun berbagai dugaan itu belum dapat dipastikan karena tak ada bukti otentik.

"Makanya pada Selasa kemarin kami mengecek pengolahan limbah pabrik (yang paling dekat sungai) karena ada isu ada kebocoran limbah, tetapi tidak kami temukan. Selain itu pada Hari Senin sore ada pihak BLH datang dan camat serah terima sampel air, ikan mati atau ikan mabok untuk diuji. Sedangkan hari ini (Kamis), hasil sempel dibawa ke BLH Propinsi untuk diuji lebih lengkap lagi dengan biaya dari pihak Pabrik PT SBP," kata Ismir menyebut BLH Kabupaten Bangka hanya bisa mengecek tingkat kekeruhan air, tingkat keasaman dan daya hantaran listrik air saja.

(bangkapos.com/Fery Laskari)

Penulis: ferylaskari
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved